Kabar Terbaru Kasus Penyiraman Air Keras ke Warga Tambun Usai Pulang Salat Subuh

3 weeks ago 13

Rabu, 1 April 2026 - 17:07 WIB

Kabupaten Bekasi, VIVA - Seorang pria berinisial TW (54) menjadi korban penyiraman air keras usai pulang salat subuh di Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin, 30 Maret 2026. Kasus ini kini tengah diselidiki pihak kepolisian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan peristiwa terjadi saat korban berpapasan dengan orang tak dikenal di lokasi kejadian. Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi serta mengumpulkan bukti di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kasus ini masih kami dalami. Informasinya, korban saat itu baru pulang salat subuh dan berpapasan dengan seseorang,” katanya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu, 1 April 2026.

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan motif pelaku, apakah murni penyiraman atau berkaitan dengan tindak kejahatan lain seperti pencurian dengan kekerasan.

“Motifnya masih dalam penyelidikan. Tim masih bekerja di lapangan untuk mengungkap pelaku,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, aksi brutal penyiraman air keras kembali terjadi dan terekam kamera pengawas. Kali ini, peristiwa mengerikan itu menimpa seorang warga di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, hingga videonya viral di media sosial.

Salah satunya diposting akun Instagram @infobekasi. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua pria berboncengan sepeda motor melintas di lokasi. Tanpa diduga, salah satu pelaku menyiramkan cairan ke arah korban yang saat itu tengah berjalan kaki seorang diri.

Seketika, korban yang mengenakan baju cokelat tampak panik dan kesakitan. Ia terlihat berusaha mengusap bagian tubuhnya yang terkena cairan, bahkan sampai melepaskan pakaian yang dikenakannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pulang salat subuh, warga Tambun kelojotan disiram air keras. Alami luka bakar," demikian dikutip dari akun tersebut, Selasa, 31 Maret 2026.

Usut punya usut, peristiwa itu terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 04.51 WIB di Perumahan Bumisani Permai, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban berinisial TW mengalami luka bakar setelah disiram air keras usai melaksanakan salat subuh.

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus

Fakta Mengejutkan Kondisi Terkini Aktivis KontraS: Mata Andrie Yunus Harus Ditutup 4 Bulan Buntut Alami Kebocoran

Kondisi aktivis KontraS, Andrie Yunus, korban penyiraman air keras, masih perhatian serius. Luka berat di wajah dan mata buat dokter melakukan tindakan medis intensif.

img_title

VIVA.co.id

1 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |