Kamis, 9 April 2026 - 13:00 WIB
VIVA –Sejumlah besar kapal dilaporkan terjebak di Selat Hormuz pada Kamis pagi, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. Tasnim menyebut jumlah yang sangat besar kapal tertahan di jalur perairan strategis tersebut.
Laporan ini muncul hanya beberapa jam setelah stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengutip pernyataan Organisasi Pelabuhan dan Maritim yang menyebut bahwa kapal-kapal yang ingin melintas di selat itu wajib berkoordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) serta mengikuti rute yang telah ditentukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman Anadolu Agency, Kamis 9 April 2026, Otoritas pelabuhan dan maritim juga menyampaikan pada Rabu malam bahwa langkah ini diambil karena situasi perang di kawasan Teluk Persia, serta kemungkinan adanya ranjau laut anti-kapal di jalur utama pelayaran Selat Hormuz.
Perkembangan ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata, yang diharapkan menjadi jalan menuju perjanjian final untuk mengakhiri perang yang dimulai oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari.
Sementara pihak Iran dan Pakistan menyatakan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon, Israel justru menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata, dan pada Rabu melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah di negara tersebut.
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Mengutip AP News, Kamis 9 April 2026,Komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Jenderal Seyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa serangan ke Lebanon dianggap sama dengan menyerang Iran. Ia juga memperingatkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan balasan besar, meski belum menjelaskan detailnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, menurut laporan Press TV milik pemerintah Iran, selat tersebut telah ditutup sepenuhnya, dan semua kapal tanker yang mencoba melintas dipaksa berbalik arah menyusul serangan yang dilancarkan Israel ke Lebanon.
Di sisi lain, Kepala Staf Militer Israel Letjen Eyal Zamir menyatakan negaranya akan terus memanfaatkan setiap peluang untuk menghantam kelompok Hizbullah. Militer Israel bahkan mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Lebanon hanya dalam 10 menit pada Rabu disebut sebagai serangan terbesar sejak 1 Maret.
Gencatan Senjata Iran Tak Mempan, Harga Minyak Masih Tembus Rp2,1 Juta per Barel
Harga minyak Brent spot mencapai Rp2,1 juta per barel meski ada gencatan senjata Iran. Gangguan pasokan global diprediksi masih berlangsung hingga berbulan.
VIVA.co.id
9 April 2026

2 weeks ago
10



























