Kapan Anak Perlu Suplemen Prebiotik? Ini Penjelasan dan Manfaatnya

18 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan saluran cerna anak menjadi salah satu fondasi penting dalam tumbuh kembangnya. Salah satu komponen yang berperan besar adalah prebiotik, yaitu serat khusus yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Banyak orang tua mungkin bertanya, kapan sebenarnya anak membutuhkan suplemen prebiotik? Apakah cukup dari makanan sehari-hari, atau perlu tambahan dari luar?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), Subsp. G.H., menjelaskan bahwa kebutuhan prebiotik sebenarnya sudah dimulai sejak bayi lahir.

"Pada saat bayi lahir, ia sudah mendapatkan prebiotik pertama dari ASI, yaitu HMO atau Human Milk Oligosaccharide. Ini sangat penting karena membantu membentuk gut microbiota atau kesehatan saluran cerna sejak dini," kata Frieda dalam diskusi media 'Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan AI Poop Tracker' pada Kamis, 2 April 2026.

Selama bayi mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, kebutuhan prebiotik umumnya sudah tercukupi. HMO dalam ASI berperan besar dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus serta mendukung sistem imun bayi.

Memasuki usia 6 bulan ke atas, ketika anak mulai mengonsumsi MPASI, asupan prebiotik mulai didapatkan dari makanan seperti buah dan sayur. Meski jumlahnya masih terbatas, kombinasi antara ASI dan makanan pendamping dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Namun, kondisi berbeda bisa terjadi pada beberapa anak. Misalnya, ketika asupan ASI tidak mencukupi atau anak mengalami kesulitan makan buah dan sayur.

"Kalau ASI kurang mencukupi, atau anak sulit makan serat dari buah dan sayur, di situlah bisa dipertimbangkan tambahan prebiotik dari luar, misalnya dari formula yang mengandung FOS, GOS, atau inulin," tambahnya.

Meski begitu, Frieda menekankan bahwa pemberian suplemen bukanlah pilihan utama. Orang tua tetap perlu mengutamakan sumber alami dan membiasakan anak mengonsumsi makanan kaya serat.

Menurutnya, kebiasaan makan sehat harus dibangun sejak dini, meskipun tidak selalu mudah.

"Anak memang perlu didisiplinkan untuk makan buah dan sayur. Ini penting, karena prebiotik alami dari makanan tetap yang terbaik," tambahnya.

Prebiotik sendiri memiliki manfaat yang luas, tidak hanya untuk pencernaan. Keseimbangan mikrobiota usus juga berpengaruh pada kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk suasana hati.

"Kalau kita sembelit atau sakit perut, biasanya mood jadi jelek, mudah marah, bahkan bisa mengganggu tidur. Itu menunjukkan betapa pentingnya kesehatan usus," kata Frieda.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan prebiotik tetap ada. Bedanya, pada anak di atas 3 tahun hingga dewasa, seseorang sudah bisa mengatur sendiri asupan serat sesuai kebutuhannya.

Sementara pada bayi dan anak kecil, peran orang tua menjadi sangat penting dalam memastikan asupan nutrisi tetap optimal.

"Kalau orang dewasa lebih mudah, tinggal makan sayur, buah, dan cukup minum. Tapi anak-anak belum punya kesadaran itu, jadi harus dibantu dan didampingi oleh orang tua," pungkasnya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |