Rabu, 8 April 2026 - 12:45 WIB
Jakarta, VIVA – Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya memberikan kejelasan soal kapan Selat Hormuz akan dibuka kembali, meski hanya bersifat sementara.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia setuju menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat utama pembukaan jalur tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman,” ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 8 April 2026.
Kesepakatan ini diumumkan hanya beberapa jam sebelum tenggat serangan militer yang sebelumnya ia tetapkan. Dalam pernyataan terpisah sebelumnya, Trump bahkan memperingatkan, bahwa satu peradaban akan mati jika tidak tercapai kesepakatan.
Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa pembukaan Selat Hormuz akan dilakukan dengan syarat penghentian serangan. “Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembukaan jalur tersebut bersifat terbatas. “Selama periode dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ujarnya.
Dengan demikian, Selat Hormuz dijadwalkan terbuka selama masa gencatan senjata dua minggu, bukan secara permanen. Namun, otoritas Iran memberi sinyal bahwa durasi ini bisa diperpanjang jika negosiasi berjalan positif.
Trump juga menyebut kesepakatan ini sebagai gencatan senjata dua arah dan mengklaim bahwa sebagian besar poin penting telah disepakati. Ia mengatakan bahwa hampir semua poin perbedaan antara kedua negara telah disepakati dan menjadi dasar untuk negosiasi damai jangka panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia. Penutupan atau gangguan di jalur ini sebelumnya menyebabkan lonjakan tajam harga energi global dan memicu tekanan ekonomi di berbagai negara.
Sejak konflik meningkat, Iran sempat membatasi lalu lintas kapal di kawasan tersebut sebagai respons atas serangan militer dari AS dan Israel. Kondisi ini membuat harga bahan bakar melonjak dan memicu kekhawatiran pasar global.
Halaman Selanjutnya
Meski kesepakatan telah dicapai, implementasinya masih menyisakan ketidakpastian. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah semua pihak akan mematuhi gencatan senjata ini dan apakah pembukaan Selat Hormuz dapat berlangsung sesuai rencana.

2 weeks ago
8



























