loading...
Kinerja Chabdra Asri ditopang strategi diversifikasi bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan pendapatan sebesar USD5,3 miliar pada semester I 2026 dengan laba bersih mencapai USD371,2 juta di tengah tantangan industri petrokimia global. Kinerja tersebut ditopang strategi diversifikasi bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur yang memperkuat model bisnis terintegrasi sekaligus menopang transformasi menjadi pemain regional.
"Di tengah volatilitas industri global, fokus kami tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun fondasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi," kata Group Chief Financial Officer sekaligus Direktur Chandra Asri Group Andre Khor dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Proyek CA-EDC Chandra Asri Capai 66%, Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja
Selain membukukan pendapatan dan laba bersih, perseroan juga mencatat EBITDA sebesar USD802,6 juta. Menurut Andre, capaian tersebut menunjukkan strategi transformasi yang dijalankan berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi perusahaan sekaligus mendukung ambisi menjadi platform regional di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
Untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang, Chandra Asri Group juga memperkokoh struktur permodalan melalui penyelesaian penerbitan Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) serta meningkatkan porsi saham beredar (free float) menjadi 25,7%. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan fleksibilitas pendanaan, likuiditas perdagangan saham, tata kelola perusahaan, serta daya tarik perseroan di mata investor.
Di sektor kimia, perseroan melanjutkan pembangunan proyek strategis nasional Chandra Asri Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang telah mencapai progres 72% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027. Perseroan juga telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD80 juta guna meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat rantai pasok, dan mengintegrasikan operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir di Indonesia.































