Kisah Haru Pedagang Pisang Gorontalo yang Tangisi Rachmat Gobel, Akhirnya Diundang Keluarga hingga Bisa Ziarah Langsung

4 weeks ago 22

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:00 WIB

VIVA – Kisah mengharukan seorang pedagang pisang asal Gorontalo bernama Pak Apin menjadi perhatian publik. Setelah videonya menangis karena kehilangan almarhum Rachmat Gobel viral di media sosial, pria sederhana itu akhirnya mendapat undangan khusus dari keluarga Gobel untuk datang ke Jakarta dan berziarah langsung ke makam tokoh yang begitu berjasa dalam hidupnya.

Momen tersebut dibagikan melalui akun resmi Gobel Group. Dalam video itu terungkap bahwa keluarga besar Rachmat Gobel sengaja mengundang Pak Apin sebagai bentuk penghormatan atas ketulusan dan rasa kehilangan yang ia tunjukkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rachmat Gobel meninggal dunia pada 9 Juli 2026 setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga masyarakat yang pernah merasakan langsung kepeduliannya.

Jenazah almarhum kemudian dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa.

Sejak kabar wafatnya tersebar, berbagai ungkapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kisah Pak Apin, pedagang pisang dari Gorontalo.

Dalam unggahan Gobel Group dijelaskan bahwa selama beberapa hari terakhir banyak masyarakat mempertanyakan identitas pria yang menangis dalam video viral tersebut.

Pihak Gobel Group kemudian membenarkan bahwa sosok tersebut memang Pak Apin, seorang pedagang pisang yang pernah mendapat perhatian langsung dari almarhum Rachmat Gobel.

"Menjawab pertanyaan yang beredar di media sosial, benar... sosok yang kalian lihat itu adalah Pak Apin, pedagang pisang di Gorontalo,” tulis keteragan dalam Instagram yang dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026. 

Sebelum wafat, Rachmat Gobel ternyata pernah menemui Pak Apin ketika sedang berjualan. Dalam pertemuan itu, Rachmat Gobel tidak hanya memberikan bantuan berupa uang, tetapi juga berjanji akan memperbaiki gerobak dagangan milik Pak Apin agar lebih layak digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti gerobaknya saya mau rapihin supaya kelihatan lebih bagus lagi. Ya, kan jadi dagangannya lebih kelihatan lebih menarik,” kata mendiang Rachmat Gobel. 

Janji sederhana tersebut rupanya sangat membekas di hati Pak Apin. Karena itulah ia tidak kuasa menahan air mata ketika mendengar kabar wafatnya Rachmat Gobel.

Halaman Selanjutnya

Melihat kisah Pak Apin yang menyentuh hati banyak orang, keluarga Gobel memutuskan mengundangnya secara langsung ke Jakarta.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |