VIVA – Eks gelandang Timnas Belgia, Radja Nainggolan, mengungkap alasan kariernya mandek di level internasional akibat konflik dengan pelatih Roberto Martinez sejak 2018.
Nainggolan menyebut dirinya tidak diizinkan tampil di Piala Dunia 2018 karena masalah internal dengan Martinez. Ia menilai keputusan tersebut sebagai penyebab utama dirinya hanya mengoleksi 30 caps bersama timnas Belgia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pada 2018, saya tak diizinkan pergi ke Piala Dunia karena saya punya konflik di bench. Ini benar-benar omong kosong,” ujar Nainggolan dikutip dari Voetbal Primeur.
Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez
Photo :
- AP Photo/Ana Brigida
Sejak dicoret dari skuad Piala Dunia 2018, Nainggolan tidak lagi mendapatkan kesempatan membela timnas. Ia mengaku situasi tersebut menjadi momen sulit dalam kariernya, meski telah mengorbankan banyak hal untuk bisa memperkuat Belgia.
Dalam kesempatan yang sama, Nainggolan juga membandingkan pengalamannya saat berkarier di Indonesia bersama Bhayangkara FC selama enam bulan pada 2025. Ia mengaku mendapatkan apresiasi yang lebih besar dibandingkan saat bermain di negaranya sendiri.
“Respek dan apresiasi yang saya terima dari orang-orang di sana (Indonesia) benar-benar berbeda daripada di Belgia,” katanya.
Nainggolan bahkan berkelakar bahwa ia seharusnya memilih membela Indonesia lebih awal jika mengetahui kariernya di timnas Belgia akan berakhir seperti itu.
Pernyataan serupa juga pernah ia sampaikan pada Oktober 2025 dalam wawancara dengan Youtuber Junior Vertongen. Dalam kesempatan tersebut, Nainggolan mengkritik Martinez dan menyebutnya tidak memiliki pemahaman taktik yang memadai.
Menurutnya, kegagalan generasi emas Belgia tidak lepas dari peran Martinez sebagai pelatih. Ia menilai tim yang dihuni pemain seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois, dan Dries Mertens seharusnya mampu meraih prestasi lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, pada kenyataannya, capaian terbaik Belgia hanya finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2018. Nainggolan menilai tim tidak memiliki taktik atau gaya bermain yang jelas di bawah arahan Martinez.
“Belgia tidak pernah punya ide, tidak pernah punya gaya bermain. Ketika buntu, hanya mengandalkan pemain seperti Hazard atau De Bruyne,” ujar Nainggolan..
Radja Nainggolan Menyesal Bela Belgia, Harusnya Main di Timnas Indonesia
Mantan gelandang Belgia, Radja Nainggolan, mengungkapkan penyesalan dalam perjalanan karier internasionalnya. Ia menilai keputusan membela Belgia sejak awal justru beruju
VIVA.co.id
2 April 2026

3 weeks ago
7



























