Konflik Timteng Ancam Pariwisata RI, Menpar Siapkan Strategi: Bidik Turis Asia-Siapkan Bebas Visa

3 weeks ago 15

Rabu, 1 April 2026 - 13:37 WIB

Jakarta, VIVA Konflik di Timur Tengah (Timteng) yang berujung pada penutupan wilayah udara Iran telah memberikan dampak langsung pada pariwisata Indonesia

Pembatalan 770 jadwal penerbangan ke Indonesia pada periode Februari-Maret 2026 membuat negara berpotensi kehilangan 60 ribu wisatawan mancanegara dengan potensi devisa yang tidak terealisasi mencapai Rp2,04 triliun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini diperparah oleh lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 102 dolar AS per barel dalam kurun waktu satu bulan yang membuat harga tiket pesawat internasional melambung.

"Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun, kami terus melakukan langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu, 1 April 2026.

Menyikapi hal tersebut, Widiyanti mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah strategi mulai dari melakukan pivot pasar ke kawasan Asia tenggara Asia Timur dan pasar medium haul, memperkuat kampanye digital internasional serta mengoptimalkan kerjasama dengan maskapai yang memiliki rute langsung ke Eropa dan Amerika. 

Pemerintah juga mendorong penyelenggaraan event lintas batas di kawasan perbatasan serta memperkuat promosi wisata nusantara guna menjaga tingkat hunian destinasi wisata di dalam negeri.

"Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak adaptif. Diversifikasi pasar dan optimalisasi wisata nusantara adalah kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional," ungkap dia.

Selain itu, pemerintah juga mendorong sejumlah langkah strategi seperti pemberian insentif penerbangan yang relevan kebijakan bebas Visa Kunjungan penambahan kapasitas kursi penerbangan serta penguatan anggaran promosi pariwisata agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan global.

Strategi yang disiapkan Kementerian Pariwisata itupun diapresiasi oleh Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, Komisi VII meminta Kementerian Pariwisata memperkuat konektivitas dan pergerakan wisatawan nusantara di tengah situasi ketidakpastian global saat ini. 

Tak hanya itu, anggota Komisi VII DPR Putra Nababan juga meminta Kementerian Pariwisata untuk mempelajari pola shifting akibat perubahan strategi ini karena ada perbedaan behavior antara wisatawan yang long haul (Amerika dan Eropa) dan medium haul (Asia Timur dan Asia Selatan) dan short haul (ASEAN).

Halaman Selanjutnya

Dia juga mendorong pemerintah segera memberikan bebas Visa terutama untuk wisatawan Tiongkok dan Australia agar shifting strategi Kementerian Pariwisata ini menjadi kebijakan nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |