Bekasi, VIVA – Korban kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat teridentifikasi mencapai 17 jiwa berdasarkan pembaruan terkini sementara oleh kepolisian resor setempat.
"Tadi kita sudah menengok ke rumah sakit dimana data sementara ada 17 korban dan ada beberapa yang lukanya sampai di atas 50 persen," kata Kapolres Metro Kota Bekasi Komisaris Besar Kusumo Wahyu Bintoro di Bekasi, Kamis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kusumo menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran ini. Ia berharap agar seluruh korban segera diberikan kesembuhan sebagaimana kondisi beberapa korban yang sudah meninggalkan rumah sakit.
"Semoga seluruh korban lekas diberikan kesembuhan, kita semua berdoa untuk kesehatan para korban. Tadi juga sudah ada beberapa korban yang sudah meninggalkan rumah sakit, tadi ada di data kita yang sudah melakukan rawat jalan," ujarnya.
Mayoritas korban tersebut merupakan warga yang tinggal di wilayah pemukiman dengan jarak relatif dekat dengan area SPBE Cimuning, sementara dua korban lain berstatus sebagai pekerja di tempat kejadian perkara.
Dia memastikan proses penyelidikan dari tempat kejadian perkara masih terus berlangsung. Tim laboratorium forensik (Labfor) turut dilibatkan dalam pendalaman kasus, termasuk untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.
"Ya, masih kira-kira masih melakukan pendalaman di sana untuk tim Labfor ya. Penyelidikan di dalam seperti apa penyebabnya, itu masih dalam penyelidikan. Saksi-saksi juga kita minta keterangan, dugaan sementara masih proses," katanya.
Ia mengaku jarak antara area SPBE dengan pemukiman warga maupun bangunan lain memang relatif dekat, sehingga mengakibatkan sejumlah rumah, kontrakan, toko, warung, fasilitas publik hingga gudang rongsok mengalami kerusakan sedang hingga parah.
"Ya kalau dilihat memang terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat, ini juga posisinya seperti itu. Tapi, tentunya lebih tepatnya nanti dengan dinas terkait juga perlu untuk dikomunikasikan kaitan hal tersebut," ucapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kapolres menduga peristiwa ledakan diduga akibat kebocoran gas menjadi pemicu kebakaran, diperparah dengan sifat gas yang mengikuti arah angin, sehingga dampak insiden meluas.
"Ya memang namanya gas itu kan mengikuti arah angin. Angin ke mana, kebetulan memang waktu itu menurut saksi mata banyak ke arah depan, sehingga lebih parah, lebih ini kondisinya yang di depan area SPBE. Rumah, kios dagang dan bangunan lain, termasuk ada beberapa kendaraan roda empat yang sedang proses menjelang pengisian. Kerugian material sedang proses penghitungan," kata dia. (Ant)
Penyebab Kebakaran di SPBE Cimuning Diduga karena Kebocoran Gas
Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, kondisi SPBE Cimuning mengalami kerusakan berat bahkan dinyatakan nyaris rusak total. 12 orang jadi korban alami luka bakar.
VIVA.co.id
2 April 2026

5 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
