Korban Tewas Gempa M 7,1 di Jepang Bertambah Jadi 30 Orang, 10.000 Orang Mengungsi-Kereta Shinkansen Setop Operasi

1 week ago 6

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:33 WIB

Jakarta, VIVA – Korban jiwa akibat gempa dengan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di wilayah barat daya Jepang terus bertambah. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 30 orang hingga Kamis 30 Juli 2026.

Di sisi lain, Pemerintah Kumamoto hingga kini baru mengonfirmasi sebanyak 18 korban meninggal. Data tersebut mencakup delapan orang yang tewas di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro serta enam korban di pusat perbelanjaan Aeon yang berada di Kashima. Kedua lokasi tersebut terdampak ledakan setelah gempa mengguncang kawasan itu pada Selasa 28 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pemerintah prefektur Kumamoto juga mencatat tiga korban meninggal lainnya berasal dari Kota Yatsushiro dan satu orang dari Kota Kosa.

Di pabrik kertas yang mengalami kerusakan berat, terutama pada sejumlah cerobong asapnya, seorang pekerja yang sebelumnya dinyatakan hilang telah ditemukan. Namun, berdasarkan keterangan sumber terkait, hingga kini kondisi korban tersebut masih belum dapat dipastikan.

Secara terpisah, Pemerintah Kota Uki menginformasikan bahwa terdapat dua korban meninggal di wilayahnya. Meski demikian, informasi tersebut disebut belum disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Prefektur Kumamoto.

Sementara itu, Kantor Berita Vietnam melaporkan seorang peserta pelatihan asal Vietnam turut menjadi korban jiwa setelah tertimpa alat berat jenis crane di sebuah pabrik yang berada di Kota Kosa.

Perbedaan jumlah korban meninggal yang diumumkan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah hingga kini masih terjadi.

Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menjelaskan dalam konferensi pers bahwa selisih angka tersebut muncul karena metode pendataan yang digunakan kedua pihak berbeda. 

Pemerintah pusat mengacu pada data yang dihimpun kepolisian serta dinas pemadam kebakaran, sedangkan pemerintah prefektur menggunakan laporan yang diterima dari masing-masing pemerintah kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak gempa juga masih dirasakan oleh masyarakat. Hingga Kamis pagi, lebih dari 10.000 warga masih bertahan di berbagai pusat pengungsian. 

Berdasarkan data Pemerintah Prefektur Kumamoto, sekitar 23.000 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik, sementara sekitar 75.000 rumah tangga belum mendapatkan pasokan air bersih. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan kesejahteraan para penyintas.

Halaman Selanjutnya

Di sektor transportasi, operator kereta JR Kyushu menyatakan layanan kereta cepat atau Shinkansen pada rute antara Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-Chuo di Jalur Kyushu Shinkansen belum bisa kembali beroperasi. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |