Krisis Bahan Bakar Pesawat Mengintai Eropa, Harga Tiket Berpotensi Naik dan Penerbangan Dipangkas

1 week ago 8

Rabu, 15 April 2026 - 13:05 WIB

Jakarta, VIVA – Eropa menghadapi ancaman krisis bahan bakar jet dalam waktu dekat. Kondisi ini dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi minyak global, khususnya di Selat Hormuz. 

Jika situasi terus berlanjut, dampaknya bisa langsung terasa pada sektor penerbangan, mulai dari pengurangan jadwal hingga lonjakan harga tiket.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah analis memperingatkan bahwa krisis ini bisa bersifat luas dan sistemik. Artinya, gangguan tidak hanya terjadi pada satu maskapai atau negara, tetapi berpotensi meluas ke seluruh industri penerbangan Eropa. Bahkan, pemangkasan penerbangan diprediksi mulai terjadi dalam hitungan minggu.

Claudio Galimberti, kepala ekonom di Rystad Energy, mengatakan bahwa kondisi ini sangat bergantung pada kelancaran pasokan minyak. “Situasi dalam tiga hingga empat minggu ke depan bisa menjadi sistemik, sehingga pemangkasan penerbangan yang parah di Eropa bisa mulai terjadi pada Mei dan Juni,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari CNBC, Rabu, 15 April 2026.

Gangguan ini bermula dari terhentinya lalu lintas kapal di Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur tersebut di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Setelah negosiasi damai gagal, Amerika Serikat melanjutkan tekanan dengan memblokade kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.

Rico Luman, ekonom senior di ING, memperingatkan bahwa krisis pasokan bisa segera terjadi. ”Ada banyak peringatan tentang kekurangan yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan jika tidak ada pasokan yang kembali.”

“Kami telah melihat kapal-kapal ini berhenti, sehingga pasokan dari Timur Tengah telah habis, dan kami membutuhkan pengganti,” tambahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampaknya sudah mulai terasa di berbagai wilayah. Menurut Luman, gangguan pasokan tidak hanya terjadi di Eropa, tetapi juga merembet dari Asia. “Kami telah melihat keterbatasan di negara seperti Vietnam dan Thailand dalam perjalanan udara, tetapi ini juga merambat ke Eropa karena ini adalah pasar global.”

Kenaikan harga bahan bakar jet menjadi dampak langsung dari situasi ini. Data menunjukkan harga melonjak hingga 103 persen secara bulanan pada Maret. Di Amerika Serikat, harga naik dari US$2,50 per galon atau setara Rp42.500 menjadi US$4,88 per galon atau setara Rp82.960.

Halaman Selanjutnya

Kondisi ini membuat maskapai mulai melakukan penyesuaian. Mulai dari pembatalan penerbangan, pengurangan kapasitas, hingga kenaikan harga tiket.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |