Krisis LPG Bisa Bertahan 4 Tahun, Efek Blokade Hormuz Makin Ngeri!

1 week ago 5

Jumat, 17 April 2026 - 13:00 WIB

Jakarta, VIVA Krisis pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di India diperkirakan tidak akan pulih dalam waktu dekat. Bahkan, gangguan ini disebut bisa berlangsung hingga tiga sampai empat tahun akibat dampak blokade di Selat Hormuz dan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Seorang pejabat senior pemerintah India mengungkapkan bahwa proses normalisasi pasokan masih diliputi ketidakpastian, terutama terkait kondisi fasilitas produksi di wilayah Teluk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pasokan LPG mungkin membutuhkan waktu selama itu karena beberapa pasokan yang sangat krusial telah dihentikan,” ujarnya, sebagaimana dikit dari Firstpost, Jumat, 17 April 2026.

“Apa yang dimaksud dengan ‘dihentikan’ sebenarnya belum sepenuhnya jelas, apakah seluruh sumur telah habis atau produksi benar-benar berhenti, namun para pemasok sendiri mengatakan bahwa ini akan memakan waktu setidaknya tiga tahun.”

Ketidakjelasan kondisi fasilitas produksi menjadi tantangan terbesar dalam pemulihan pasokan. Hingga kini, belum ada kepastian apakah gangguan disebabkan oleh kerusakan permanen atau hanya penghentian sementara akibat konflik.

Informasi dari pemasok global menunjukkan bahwa proses pemulihan bisa berlangsung lama. Hal ini memperparah kekhawatiran terhadap stabilitas energi, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada impor seperti India.

India sendiri sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan LPG domestik. Sekitar 60 persen konsumsi LPG berasal dari luar negeri, dan sebelumnya sekitar 90 persen pasokan tersebut melewati Selat Hormuz.

Kondisi ini membuat jalur tersebut menjadi titik krusial sekaligus rentan terhadap gangguan geopolitik. Ketika distribusi terganggu, dampaknya langsung terasa pada pasokan dalam negeri.

Selain itu, kapasitas penyimpanan LPG India juga terbatas, hanya cukup untuk memenuhi sekitar 15 hari kebutuhan. Dengan konsumsi tahunan mencapai 33 juta ton, tekanan terhadap pasokan menjadi semakin besar.

Dampak krisis ini sudah mulai dirasakan masyarakat. Harga tabung LPG rumah tangga ukuran 14,2 kg naik sebesar 60 rupee, sementara tabung komersial meningkat hingga 115 rupee.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah India mulai memprioritaskan distribusi LPG untuk kebutuhan rumah tangga dibandingkan sektor industri. Selain itu, jarak pemesanan tabung juga diperpanjang untuk menghindari kelangkaan.

Pemerintah setempat juga telah mencoba mengurangi ketergantungan pada kawasan Teluk. Porsi impor dari wilayah tersebut berhasil ditekan dari 90 menjadi sekitar 55 persen. Namun, gangguan pasokan masih berada di kisaran 40 hingga 50 persen.

Selat Hormuz, Iran

Pendapat Iran dari Hasil Kelola Selat Hormuz Capai Rp258 Triliun

Kantor Berita Isna sebut parlemen Iran memperkirakan pendapatan negara dari "pengelolaan" Selat Hormuz mencapai 10 hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp258 triliun.

img_title

VIVA.co.id

17 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |