Jakarta, VIVA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari angkat bicara soal penyebab keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat, 3 April 2026.
Qodari menyebut insiden itu dipicu oleh makanan yang dikonsumsi lebih dari batas waktu aman setelah pengemasan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Konsumsi makanan melebihi batas aman, 4 jam setelah pengemasan," kata Qodari dalam konferensi pers, Rabu, 15 April 2026.
Selain itu, insiden ini juga kata Qodari disebabkan oleh kerusakan bahan pangan. Salah satunya saus spaghetti yang berubah menjadi asam.
"Serta indikasi kerusakan bahan pangan yang ditandai aroma asam pada saus spageti, perubahan aroma pada bakso, dan kondisi stroberi," tutur dia.
Qodari melanjutkan, insiden tersebut juga turut dipicu oleh aspek infrastuktur.
"Suhu ruang kemasan di atas 20 derajat, tidak tersedia alat pemantau suhu di gudang, fasilitas gudang bahan kimia dan instalasi pengolahan air limbah belum memenuhi standar, serta loker pegawai yang tidak representatif," pungkas Qodari.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Kenalkan MBG Indonesia ke Masyarakat Prancis
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara diserahkan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris.
VIVA.co.id
14 April 2026

1 week ago
5



























