Rabu, 1 April 2026 - 19:40 WIB
VIVA –Amerika Serikat dan Israel tampaknya tidak lagi sepaham soal rencana mereka terkait masa depan perang di Iran. Jika Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington bisa menghentikan serangan militernya terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu, bahkan tanpa kesepakatan dari Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru menegaskan negaranya akan melanjutkan serangan militernya dan berjanji untuk terus menghancurkan rezim Iran.
Pernyataan kedua pemimpin itu muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya memiliki kemauan untuk mengakhiri perang, asalkan musuh-musuhnya menjamin konflik tidak akan kembali terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas seperti apa pernyataan kedua pimpinan negara tersebut? Melansir laman NDTV, Rabu 1 April 2026, Trump mengatakan AS bisa menghentikan serangan militernya terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu, dan Teheran tidak harus membuat kesepakatan sebagai syarat agar konflik mereda.
“Kami akan pergi segera,” ujarnya di Gedung Putih pada hari Selasa.
Dia menambahkan bahwa penarikan bisa terjadi dalam dua hingga tiga minggu.
”Mungkin dua minggu, mungkin tiga,” kata dia lebih lanjut.
Saat ditanya apakah diplomasi yang berhasil dengan Iran menjadi syarat bagi AS untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai Operation Epic Fury, Trump menjawab tidak.
“Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak,” katanya. “Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya.”
Sebelumnya, Trump sempat berubah-ubah soal apakah Washington akan meningkatkan perang yang mengguncang ekonomi dunia mungkin dengan menurunkan pasukan darat AS atau mencoba mengakhirinya melalui negosiasi dengan Teheran. Ia juga pernah mengancam akan memperkuat operasi militer jika Teheran tidak menerima kerangka gencatan senjata 15 poin dari AS, yang di antaranya menuntut Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, menghentikan semua pengayaan uranium, dan membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya.
Namun pada hari Selasa, Trump mengatakan tanggung jawab menjaga jalur strategis itu seharusnya berada pada negara-negara yang bergantung padanya, bukan AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
”Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukannya,” kata dia menegaskan.
Keputusan Trump ini muncul setelah beberapa hari frustrasi dengan sekutu-sekutu yang enggan memberikan dukungan lebih dalam upaya perang AS. Pada hari yang sama, ia bahkan mengatakan kepada Inggris dan sekutu Eropa lainnya untuk mencari minyak sendiri.
Halaman Selanjutnya
Rencana Perang Israel

7 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
