Kurang Gizi dan Anemia Bisa Bikin Anak Sulit Fokus, Ini Kaitannya dengan Working Memory

1 week ago 5

Rabu, 15 April 2026 - 16:32 WIB

Jakarta, VIVA – Masalah gizi pada anak bukan hanya berdampak pada tinggi badan atau berat badan saja, tetapi juga memengaruhi kemampuan otak dalam belajar. Salah satu hal yang kini menjadi perhatian para ahli adalah hubungan antara asupan gizi, anemia, dan working memory anak, yang berperan penting dalam konsentrasi dan daya ingat saat belajar di sekolah.

Temuan terbaru dari studi yang dilakukan oleh Indonesia Health Development Center (IHDC) menunjukkan bahwa kondisi seperti anemia dan kekurangan gizi dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menyimpan dan mengolah informasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemampuan ini dikenal sebagai working memory, yang menjadi dasar penting dalam memahami pelajaran, menyelesaikan tugas, dan mencapai prestasi akademik. Pemenuhan gizi yang baik harus dimulai sejak usia sangat dini. 

“Ini diperlukan sejak awal usia dan dalam usia ini terutama di seribu hari kehidupan artinya di dalam kehamilan dan sampai usia 2 tahun, ini yang diperlukan,” ujar Prof. Nila Djuwita F. Moeloek, Ketua Dewan Pembina IHDC di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026. 

Anemia dan Kekurangan Gizi Masih Jadi Tantangan Besar

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah tingginya angka anemia pada anak usia sekolah. Kondisi anemia defisiensi besi ternyata bukan masalah baru, melainkan sudah ada sejak lama di Indonesia. Artinya, persoalan anemia bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga tantangan nasional yang membutuhkan perhatian bersama.

Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah rendah, sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Dampaknya, anak menjadi mudah lelah, sulit fokus, dan kurang bersemangat saat belajar.

Penelitian IHDC menemukan bahwa sekitar 1 dari 5 anak (19,7%) mengalami anemia, sementara 22,1% mengalami kesulitan dalam working memory. 

Working Memory: Kunci Penting Prestasi Belajar Anak

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Working memory merupakan kemampuan otak untuk menyimpan informasi sementara sekaligus memprosesnya. Fungsi ini sangat penting saat anak membaca, menghitung, atau mengingat instruksi dari guru. Working memory sendiri memiliki peran utama dalam keberhasilan akademik.

“Working memory itu adalah parameter penting untuk bicara soal prestasi akademik,” jelas Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Executive Director IHDC. 

Halaman Selanjutnya

Artinya, jika working memory anak terganggu, maka kemungkinan besar prestasi belajar juga akan menurun.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |