Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono melaporkan, total nilai impor Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$20,89 miliar, atau meningkat 10,85 persen jika dibandingkan Februari 2025.
Dia merinci, nilai impor migas tercatat sebesar US$2 miliar atau turun 30,36 persen secara tahunan, sementara impor non-migas mencapai US$18,90 miliar atau naik 18,24 persen secara tahunan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non-migas, dengan andilnya sebesar 15,47 persen," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Rabu, 1 April 2026.
Aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Photo :
- ANTARA FOTO/Aji Styawan
Sementara untuk impor Indonesia di sepanjang Januari-Februari 2026 tercatat mencapai US$42,09 miliar, atau naik 14,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ateng menjabarkan, nilai impor migas pada Januari-Februari 2026 tercatat mencapai US$5,16 miliar atau turun 3,50 persen, sementara nilai impor non-migas tercatat sebesar US$36,93 miliar atau naik 17,49 persen.
"Jika dilihat berdasarkan penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaannya," ujarnya.
Ateng menambahkan, penyumbang utama peningkatan impor itu dikontribusikan oleh impor bahan baku penolong yang mencapai US$29,40 miliar, naik 9,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Dan memberikan andil terhadap peningkatan impor di Januari-Februari 2026 sebesar 6,78 persen," kata Ateng.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara komoditas impor bahan baku penolong yang naik signifikan misalnya seperti logam mulia dan perhiasan atau permata, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta produk kimia.
"Apabila dilihat berdasarkan negara dan kawasan asal impor, peningkatan nilai impor utamanya terjadi dari Tiongkok, Australia, Singapura, serta kawasan Uni Eropa. Sementara impor dari ASEAN justru tercatat menurun," ujarnya.
Nikel hingga CPO RI Laris di Luar Negeri, Ekspor Februari Tembus US$22,17 Miliar
BPS melaporkan, ekspor Indonesia pada Februari 2026 tercatat US$22,17 miliar, atau tumbuh 1,01 persen dibanding Februari 2025 yang sebesar US$21,94 miliar.
VIVA.co.id
1 April 2026

3 weeks ago
11



























