Luhut Temui Prabowo, Bahas Ketahanan Ekonomi hingga Strategi Antisipasi Global

4 days ago 4

Selasa, 21 April 2026 - 19:29 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026. 

Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus bergerak dinamis, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi domestik saat ini masih berada dalam kondisi yang terjaga, meskipun pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global.

“Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global. Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.

Menurut Seskab Teddy, dalam kesempatan tersebut Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan juga memaparkan sejumlah skenario kebijakan yang disiapkan pemerintah. Skenario kebijakan tersebut disiapkan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat serta memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga.

“Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” ungkap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan adalah uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi. Program ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, sebelum diperluas ke berbagai daerah lain.

“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” jelas Seskab Teddy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain fokus pada stabilitas domestik, pemerintah juga terus memanfaatkan peluang di tengah dinamika global, khususnya dalam menarik arus investasi dari kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center yang diharapkan dapat memperkuat daya tarik investasi nasional.

“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” pungkas Seskab Teddy.

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad P. Balombo

Kemendagri Ungkap Pentingnya Peran Koperasi Desa Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Berbasis Masyarakat

Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih perlu dilihat sebagai upaya memperkuat sistem ekonomi desa secara menyeluruh, bukan sekadar program administratif.

img_title

VIVA.co.id

21 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |