Manfaat MBG Dinilai Lebih Terasa oleh Masyarakat Dibandingkan Subsidi Upah, Simak Datanya

1 week ago 4

Jumat, 17 April 2026 - 20:03 WIB

Jakarta, VIVA – Efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menuai berbagai diskusi di awal peluncurannya, hingga kini dinilai mampu menjadi motor utama kepuasan publik serta katalisator pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

Berdasarkan survei nasional terbaru dari Poltracking Indonesia, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka yang sangat kokoh, yakni 75,1 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi mengatakan, menariknya dari 74,1 persen masyarakat yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah, faktor utama yang mendongkrak angka tersebut adalah keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita mendalami program prioritas MBG. Dari data ini, 88 persen publik tahu tentang program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini adalah 55 persen,” kata Amrawi dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG

Selain itu, data Poltracking menunjukkan bahwa 36,5 persen publik menilai MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung.

"Melampaui program bantuan lain seperti subsidi upah maupun layanan kesehatan," ujarnya.

Temuan Poltracking ini sejalan dengan pendapat Oscar Darmawan, pendiri sekaligus chairman Indodax, yang merupakan bursa aset digital pertama dan terbesar di Indonesia. Oscar menilai program ini menarik, karena dari sudut pandang makroekonomi menurutnya ada banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dari MBG ini.

“MBG itu menyerap tenaga kerja yang besar. Dapur-dapur MBG di setiap titiknya menyerap tenaga kerja yang besar. Indonesia punya tantangan, dengan rakyat banyak tapi banyak pula yang nganggur. Kalau rakyat nganggur, itu efeknya tidak baik buat negara," kata Oscar.

"Jadi salah satu jalannya adalah kita harus ada suatu usaha yang mempekerjakan orang banyak dengan skill yang bisa dipelajari semua orang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih dari itu, menurut Oscar anak-anak sekolah yang tinggal di kota-kota kecil masih belum mendapatkan makan siang yang layak. Terlepas dari semua kontroversi tentang program MBG, tetap mereka lebih baik dapat makan siang daripada tidak makan.

"Daripada cuma makan snack-snack instan. Minimal di MBG mereka dapat nasi, ayam, dan telur,” ujarnya.

Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin

Cak Imin Soroti Fenomena Pengusaha Baru MBG: Saking Bahagianya, Flexing di Medsos

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyoroti kemunculan para pengusaha baru berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

img_title

VIVA.co.id

17 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |