Matahari Sudah Terbit, Kapan Waktu Terbaik untuk Shalat Dhuha? Begini Penjelasan Ulama

11 hours ago 1

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:41 WIB

VIVA – Tak Sedikit umat Muslim yang melanjutkan ibadah setelah shalat subuh dengan amalan shalat Dhuha

Pasalnya, ibadah sunnah ini menyimpan keutamaan yang luar biasa, mulai dari mendatangkan limpahan rezeki, menghapus dosa, hingga melipatgandakan pahala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah berkata,

"Nabi SAW telah memberikan tiga wasiat kepadaku yaitu, berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat shalat dhuha dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur,”

Dari Abu Darda, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menjelaskan hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:

يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

Artinya: "Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari." (HR Tirmidzi)

Lantas, kapankah waktu terbaik untuk menunaikan shalat Dhuha? Ustaz Adi Hidayat membeberkan waktu paling utama untuk melaksanakannya.

Waktu Terbaik Shalat Dhua

Dilansir dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, waktu dhuha terbagi menjadi tiga bagian.

Dari ketiga waktu dhuha itu, ternyata bukan jam 7 atau 8 yang berpotensi melancarkan rezeki.

Lantas, kapankah waktu terbaik menunaikan shalat dhuha agar rezeki dapat mengalir lancar?

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan shalat dhuha terbagi atas tiga waktu: awal, tengah, dan akhir. Ketiga rentang waktu ini menyimpan keutamaan yang berbeda-beda.

Beliau menyebutkan bahwa waktu awal dhuha memiliki keutamaan setara pahala haji dan umrah.

“Ini senilai pahala haji dan umrah tapi belum tentu dapat kemuliaan shalat di masjidil haram masjid nabawi,” ungkap Ustaz Adi Hidayat pada tayangan YouTube miliknya.

“Shalat dhuha itu waktunya dimulai sejak waktu syuruq, saat perjalanan matahari yang bergerak dari terbit sampai berada di posisi tempat terbitnya sampai bergeser lagi sekira bayangan itu 1 tombak,” imbuhnya.

Waktu pertama dikenal dengan sebutan syuruq, pergerakan mataharinya disebut isyraq, dan saat matahari berada tepat di porosnya dinamakan masyriq.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat bayangan matahari 1 tombak inilah waktu syuruq atau awal dhuha,” ujarnya.

“Awal dhuha, tarik 1 jam setelah shalat subuh, kurang lebih 1 jam paling cepat, awal syuruq 6.30 boleh nambah 15 menit tak ada masalah,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Adapun keutamaan melaksanakan shalat pada awal waktu dhuha ini adalah mendapatkan pahala yang senilai dengan ibadah haji dan umrah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |