Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono melaporkan, realisasi luas panen padi pada bulan Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,94 juta hektare (ha).
Data tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebesar 23,62 persen, dibanding dengan periode Februari 2025 yang sebesar 0,76 juta ha.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia menjelaskan, kenaikan luas panen ini diikuti pula oleh peningkatan produksi padi, yang pada Februari 2026 tercatat mencapai 5,05 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
"Atau mengalami peningkatan sebesar 27,41 persen dibandingkan dengan periode Februari 2025," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Rabu, 1 April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono
Photo :
- [tangkapan layar]
Dia juga melaporkan, potensi luas panen padi pada Maret-Mei 2026 diperkirakan mencapai 3,85 juta ha, turun seluas 0,46 juta ha atau sekitar 10,60 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ateng memperkirakan, potensi produksi padi pada Maret-Mei 2026 mencapai 20,68 juta ton GKG, atau turun 11,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sementara produksi beras pada Maret-Mei 2026 diperkirakan sebesar 11,91 juta ton beras, atau turun 11,11 persen," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, Ateng juga melaporkan bahwa realisasi luas panen jagung pada bulan Februari 2026 mencapai 0,31 juta ha, atau turun 7,02 persen dibandingkan Februari 2025.
"Sementara produksi jagung pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,77 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen), atau turun 4,91 persen dibandingkan Februari 2025," ujarnya.
BPS: Nilai Tukar Petani Anjlok 0,08 Persen di Maret 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada bulan Maret 2026 mencapai 125,35, atau turun 0,08 persen dibanding Februari 2026.
VIVA.co.id
1 April 2026

3 weeks ago
10



























