Milan, VIVA – Kegagalan Timnas Italia melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dari berbagai tokoh sepak bola legendaris. Salah satu kritik paling keras datang dari mantan pelatih kawakan, Fabio Capello, yang menyebut kegagalan Gli Azzurri kali ini sebagai sebuah hal yang "memalukan" (a disgrace).
Italia dipastikan hanya akan menjadi penonton untuk ketiga kalinya secara berturut-turut di ajang sepak bola empat tahunan tersebut. Capello tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat kemerosotan performa tim nasional yang dulunya merupakan penguasa dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kehilangan Identitas Permainan
Dalam wawancara terbarunya, Capello menyoroti bahwa masalah utama Italia bukan sekadar nasib buruk, melainkan hilangnya identitas sepak bola mereka. Ia menilai para pemain saat ini terlalu banyak meniru gaya bermain negara lain tanpa memiliki fondasi yang kuat.
Mantan Pelatih Real Madrid, Fabio Capello.
"Sangat memalukan bagi negara dengan sejarah sepak bola seperti kita. Kita mencoba meniru gaya sepak bola Spanyol (tiki-taka) tanpa memiliki kualitas teknis yang sama, dan akhirnya kita kehilangan karakter defensif serta efektivitas yang selama ini menjadi kekuatan kita," tegas Capello dilansir Football Italia.
Masalah di Level Akar Rumput
Capello juga menuding sistem pembinaan dan ketergantungan pada pemain asing di Serie A sebagai faktor penghambat munculnya talenta lokal yang bermental juara. Menurutnya, kegagalan ini adalah akumulasi dari kesalahan manajemen sepak bola Italia selama bertahun-tahun yang tidak segera diperbaiki.
Kekalahan di babak play-off yang memastikan Italia absen di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dianggap Capello sebagai titik terendah yang harus segera direspons dengan revolusi total di tubuh FIGC (Federasi Sepak Bola Italia).
Fokus pada Masa Depan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kritik ini menambah tekanan bagi jajaran pelatih dan federasi untuk merombak struktur tim nasional. Dengan absennya Italia di Grup I atau grup lainnya di Piala Dunia 2026, pecinta sepak bola dunia dipastikan akan kembali kehilangan warna biru khas Italia di turnamen tersebut.
Bagi Capello, tidak ada lagi ruang untuk alasan. Ia mendesak agar sepak bola Italia kembali ke "akar" mereka—permainan yang solid, taktikal, dan penuh gairah—daripada terus bereksperimen dengan filosofi yang tidak cocok dengan karakter pemain yang ada.
Frans Putros Bakal Jajal Erling Haaland dan Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026, Begini Kata Pelatih Persib Bojan Hodak
Keberhasilan Timnas Irak mengunci tiket ke Piala Dunia 2026 membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Persib Bandung. Pasalnya, salah satu penggawa andalan Maung
VIVA.co.id
2 April 2026

3 weeks ago
8



























