Mengenal Asim Munir, Jenderal Besar Bekas Pentolan 'BIN' Pakistan, yang Dikontak Trump

5 days ago 2

Selasa, 21 April 2026 - 11:31 WIB

Jakarta, VIVA – Pakistan diketahui menjadi mediator atau penengah untuk meredam konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Ada sosok diam namun senyap bergerak di dalamnya. Ia adalah Marsekal Lapangan Asim Munir.

Bahkan, Presiden AS Donald Trump yang angkuh saja harus mengontak Munir untuk berdiskusi mencabut blokade di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria yang telah bertindak sebagai mediator utama tersebut dilaporkan telah mengatakan kepada Trump bahwa blokade tersebut menghambat negosiasi yang sedang berlangsung mengenai jalur air strategis.

Ia juga dilaporkan memberi pengarahan kepada Presiden Trump tentang delegasi Iran yang diusulkan dan menyampaikan kekhawatiran Teheran selama diskusi mereka.

Sarannya menjadi pertimbangan Donald Trump untuk meredakan situasi panas yang lagi berkembang. Lantas, siapakah Asim Munir?

Berdasarkan data VIVA, namanya mencuat ketika terjadi konflik bersenjata selama empat hari antara Pakistan dan India pada Mei 2025. Kala itu, Munir berpangkat Jenderal Penuh (bintang empat) dan menjabat kepala staf angkatan darat (KSAD/Chief of Army Staff atau COAS).

Tak lama pascakonflik, Pemerintah Pakistan menaikkan pangkatnya menjadi Marsekal Lapangan (bintang lima, di Indonesia sebutannya Jenderal Besar) pada 20 Mei 2025. Dengan begitu, menjadikannya orang kedua dalam sejarah Pakistan yang mencapai pangkat tersebut setelah Ayub Khan.

Lalu, pada 4 Desember 2025, Presiden Asif Ali Zardari menunjuk Asum Munir sebagai Panglima Angkatan Pertahanan (Chief of Defence Forces/CDF), setara Panglima TNI di Indonesia, merangkap KSAD (COAS).

Langkah tersebut menempatkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Pakistan di bawah wewenangnya. Ia ditunjuk untuk memegang kedua jabatan strategis itu secara bersamaan untuk jangka waktu lima tahun.

Bukan itu saja. Asim Munir juga berpengalaman di dunia intelijen. Ketika berpangkat Mayor Jenderal, ia menjabat direktur jenderal Korps Intelijen Militer AD (MI) Periode Desember 2016 - Oktober 2018. Di Indonesia, setara Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat (Pusintelad).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, pangkatnya naik satu tingkat menjadi Letnan Jenderal ketika menduduki kursi direktur jenderal Badan Intelijen Utama (Inter-Services Intelligence/ISI) untuk Periode 25 Oktober 2018 - 16 Juni 2019.

ISI memiliki peran dan fungsi serupa dengan Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia dalam hal pengumpulan intelijen strategis, keamanan nasional, dan kontra-intelijen. Dengan sederet pengalaman dan jabatan strategis, seorang pengamat memberikan julukan kepada Asim Munir.

Halaman Selanjutnya

“Saya rasa Marsekal Lapangan telah muncul sebagai seorang prajurit-diplomat. Karena dia telah menggunakan keterampilan diplomasi militernya untuk menjadi pembela Pakistan. Meningkatnya pengaruh diplomatik sang KSAD dan Panglima ini juga mencerminkan semakin tingginya profil domestik Asim Munir,” ungkap Qamar Cheema, direktur eksekutif Sanober Institute di Islamabad, Pakistan, seperti dikutip dari situs Aljazeera, Selasa, 21 April 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |