Jakarta, VIVA – Peluncuran judul terbaru Resident Evil dari Capcom, Resident Evil Requiem, telah menarik perhatian luas dari komunitas game dan kritikus internasional sebagai salah satu rilis horor paling mengesankan dalam beberapa tahun terakhir.
Game ini tidak hanya memadukan elemen horror klasik dan aksi modern, tetapi juga menciptakan pengalaman yang intens serta emosional bagi pemain, baik penggemar lama maupun mereka yang baru mengenal franchise ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Game Resident Evil Requiem
Requiem mengusung dua tokoh protagonis dengan gaya permainan yang sangat berbeda. Grace Ashcroft, seorang analis FBI yang tak terbiasa dengan kekerasan, menawarkan segmen penuh ketegangan dan rasa takut.
Permainannya fokus pada eksplorasi yang perlahan, sumber daya terbatas, serta rasa rentan setiap kali menjelajah lorong gelap atau bangsal rumah sakit yang penuh misteri. Suasana ini diciptakan tanpa terlalu mengandalkan jump‑scare murah, tetapi melalui desain suara serta lingkungan yang membuat pemain terus waspada.
Sementara itu, Leon S. Kennedy membawa dinamika berbeda: lebih agresif, penuh aksi, dan menegangkan dalam ritme tersendiri. Alih‑alih rasa takut yang muncul dari rasa tak berdaya, Leon memaksa pemain menghadapi ancaman dengan senjata lebih kuat dan konfrontasi langsung.
Transisi dari ketegangan survival ke aksi penuh tekanan ini menjadi “ventilasi emosional” yang menjaga game tetap energik tanpa membuat pemain terkuras secara mental.
Menurut banyak ulasan lain, termasuk dari media game besar, Resident Evil Requiem dipuji karena keberhasilannya menyatukan dua gaya permainan yang tidak selalu mudah digabungkan horror klasik yang lambat dan menegangkan versus aksi cepat nan seru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perlu diketahui, banyak kritikus menyebut game ini sebagai perpaduan terbaik dari elemen klasik seri tersebut dengan sentuhan modern yang segar.
Secara teknis, Requiem juga menarik perhatian karena kualitas presentasi visualnya yang tajam dan detail, didukung oleh desain suara yang memperkuat atmosfer mencekam di setiap adegan. Meski demikian, beberapa ulasan mencatat durasi kampanye utama yang relatif singkat (sekitar 10–12 jam) membuat nilai keseluruhan terasa agak kurang jika dibandingkan dengan harga rilisnya.
Halaman Selanjutnya
Sebagai perayaan ulang tahun ke‑30 seri Resident Evil, Requiem tampaknya tidak hanya merayakan warisan panjang franchise ini, tetapi juga menunjukkan kematangan Capcom dalam memahami apa yang membuat horror efektif dari ketakutan psikologis yang membekas sampai ledakan aksi yang mendebarkan.

2 weeks ago
9



























