Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB
VIVA –Dalam kunjungan apostiknya ke Kamerun pada Kamis waktu setempat, Paus Leo XIV sempat memberikan ceramah terkait pemerintahan yang mengunakan agama untuk membenarkan perang.
“Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan bahkan nama Tuhan demi kepentingan militer, ekonomi, dan politik mereka sendiri, menyeret hal yang suci ke dalam kegelapan dan kenistaan,” tulis Paus Leo di akun X miliknya, dikutip Jumat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bersamaan dengan pernyataan Paus Leo XIV itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth juga sempat berbincang dengan wartawan Gedung Putih dengan menyamakan mereka seperti kaum Farisi dalam Alkitab. Dalam ajaran agama Kristen kaum Farisi ini merujuk pada orang-orang yang pernah melihat langsung mukjizat Yesus tetapi tetap tidak percaya.
Melansir laman Middle East Eye, Jumat 17 April 2026, konteks mukjizat yang dimaksudkan dalam hal ini merujuk pada pencapaian militer AS selama perang berlangsung. Selama perang dengan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari diketahui lebih dari 3 ribu warga Iran meninggal dunia.
Hegseth juga terdengar berulang kali menyebut nama Tuhan dalam sesi pengarahan di Pentagon. Dia menegaskan bahwa perang dengan Iran merupakan bagian dari misi Ilahi bagi AS.
Pernyataan Menhan AS ini tidak selaras dengan sikap Paus Leo yang sejak lama menyuarakan penolakan terhadap perang. Sikap Paus yang menentang perang bukan hal yang aneh bagi Vatikan.
Namun hal ini tidak dengan Donald Trump, presiden AS ini justru mengkritik keras Paus Leo karena dianggap bertentangan dengan kepentingan negara.
“Saya harus melakukan apa yang benar. Paus harus memahami itu. Sederhana saja, saya tidak punya masalah dengan Paus. Saudaranya justru sangat mendukung gerakan MAGA,” kata Trump kepada wartawan pada Kamis, setelah hampir sepekan saling sindir antara keduanya.
Trump juga mengkritik pernyataan Paus Leo terkait pernyataan pimpinan tertinggi gereja katolik itu yang mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya tidak sedang bertengkar dengannya. Paus membuat pernyataan. Dia bilang Iran boleh punya senjata nuklir,” tegasnya.
Paus Leo sendiri tidak pernah secara langsung menanggapi tuduhan AS bahwa Iran tengah berupaya memiliki senjata nuklir.
Pendapat Iran dari Hasil Kelola Selat Hormuz Capai Rp258 Triliun
Kantor Berita Isna sebut parlemen Iran memperkirakan pendapatan negara dari "pengelolaan" Selat Hormuz mencapai 10 hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp258 triliun.
VIVA.co.id
17 April 2026

1 week ago
5



























