Menko Airlangga Bela MBG usai Masuk Catatan Fitch: Program Investasi Jangka Panjang

3 hours ago 2

loading...

Menko Airlangga Hartarto menilai program makan bergizi gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Indonesia. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai program makan bergizi gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Indonesia. Adapun program MBG menjadi salah satu catatan dalam laporan terbaru Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Lembaga pemeringkat itu menilai peningkatan belanja sosial, termasuk program tersebut, dapat menambah tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah. Menurut Menko Airlangga, sejumlah studi internasional menunjukkan program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar di masa depan.

Baca Juga: Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal

“MBG itu, kalau beberapa studi dari World Bank maupun Rockefeller Foundation, itu kalau pelaksanaan MBG yang baik dan masif itu investasi satu dolar itu bisa menghasilkan tujuh dolar. Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu,” kata Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Kamis (5/3/2026).

Menko Airlangga menambahkan, program tersebut juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. “Ini tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” tambahnya.

Baca Juga: Warning Fitch di Mata Menko Airlangga: Yang Penting Indonesia Tetap Investment Grade

Dalam laporannya, Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9% dari produk domestik bruto (PDB). Tekanan terhadap anggaran antara lain dipicu oleh peningkatan belanja pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3% dari PDB.

Meski outlook diturunkan, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB atau masih dalam kategori layak investasi. Lembaga tersebut menilai stabilitas makroekonomi Indonesia masih relatif terjaga, dengan rasio utang pemerintah yang moderat serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat.

(akr)

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |