Mentan Amran: Cadangan Beras RI Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

2 weeks ago 11

Selasa, 7 April 2026 - 12:35 WIB

Jakarta, VIVA Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan cadangan pangan Indonesia di tengah kondisi perang Timur Tengah dan ancaman siklus El Nino Godzilla. 

Amran mengatakan, cadangan besar cadangan beras Indonesia per hari ini, Selasa, 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cadangan beras hari ini per tadi pagi tanggal 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Jadi kemarin 4,5, sekarang 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah," kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 7 April 2026.

Tak hanya itu, Amran juga menyebut pasokan bahan pangan nasional lainnya seperti telur ayam, cabai hingga bawang merah juga dalam kondisi aman.

Meskipun, kata dia, konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global.

"Meski konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global, pasokan bahan pangan utamanya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, dan gula pasir cukup," tutur dia.

Lebih lanjut, dalam mengantisipasi musim kemarau, pihaknya kata Amran telah menginstruksikan seluruh gubernur dan bupati se-Indonesia untuk melakukan mapping wilayah yang langganan kekeringan dan menerapkan early warning system.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amran juga meminta seluruh gubernur dan bupati untuk segera mengoptimalisasi pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi irigasi hingga pemanfaatan pompanisasi perpipaan.

"Optimalisasi pengelolaan air irigasi dan melalui rehabilitasi irigasi, embung, sumur air dangkal dan sumur air dalam, serta memanfaatkan pompanisasi perpipaan, irigasi perpompaan, melakukan percepatan tanam dengan varietas tahan kekeringan. Mengatur pola tanam, koordinasi, dan sinergi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan," pungkas Amran.

Investasi kripto.

Transaksi Aset Kripto Turun Februari 2026, OJK Dorong Penguatan Industri

OJK mencatat nilai transaksi aset kripto sebesar Rp24,33 triliun pada Februari 2026. Capaian itu lebih rendah dibandingkan catatan Januari yang mencapai Rp29,28 triliun.

img_title

VIVA.co.id

7 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |