Jakarta, VIVA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan saat ini proses hukum terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus sedang berjalan.
Pigai pun meminta masyarakat untuk tidak meragukan komitmen pemerintah terkait penegakan hukum kasus ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal tersebut disampaikan Pigai dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 7 April 2026.
Pigai menjelaskan, sejak awal, pemerintah langsung memberikan atensi penuh atas kasus yang menimpa Andrie Yunus.
"Ini baru dalam sejarah Republik Indonesia ya, kasus yang dihadapi oleh aktivis langsung jadi atensi pemerintah Republik Indonesia. Menteri HAM, ya, DPR, partai-partai, bahkan partai yang sudah ruling party ya, yang berkuasa. Presiden sendiri pun menyampaikan hal yang sama," kata Pigai.
Meski begitu, Pigai menekankan, pemerintah tidak bisa mengarahkan proses hukum yang saat ini berjalan.
"Kita tidak bisa, pemerintah itu tidak bisa mengarahkan proses hukum di jalur mana. Kami tidak bisa digiring untuk menentukan menghukum seorang dalam konteks peradilan, karena negara sejati tidak boleh ikut intervensi dalam proses peradilan," tutur dia.
Dia lantas mengimbau agar masyarakat tidak menghakimi proses hukum yang sedang berjalan melalui tekanan massa maupun media.
Di sisi lain, Pigai juga meminta publik tidak meragukan komitmen pemerintah dalam menegakkan keadilan khususnya terkait kasus Andrie Yunus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jangan ragukan Kementerian HAM, pemerintah, atas ketidakadilan yang dihadapi siapapun di Republik Indonesia. Apakah kamu partai yang berkuasa atau yang oposisi, bagi kami tidak penting," ucap Pigai.
"Bagi kami adalah siapa pun rakyat Indonesia. Harus melindungi segenap bangsa, memajukan kehidupan bangsa, dan menyejahterakan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu adalah pijakan kami yang kami pegang. Kami pegang itu untuk melindungi seluruh tumpah darah. Karena itu jangan ragukan kami," pungkasnya.
Heboh Rumah Doa POUK di Tangerang Disegel, Menteri Pigai: Sudah Dibuka Segelnya
Menteri HAM, Natalius Pigai mengatakan rumah doa Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Kabupaten Tangerang yang sempat disegel kini telah dibuka.
VIVA.co.id
7 April 2026

2 weeks ago
6



























