Mesin Cuci Darah Alami? Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Dibekam Menurut Zaidul Akbar

2 weeks ago 13

Kamis, 9 April 2026 - 04:15 WIB

Jakarta, VIVA – Bekam telah lama dikenal sebagai salah satu metode pengobatan tradisional yang dipercaya mampu membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat berbasis alami, terapi ini kembali menjadi sorotan, terutama setelah penjelasan dari Zaidul Akbar mengenai mekanisme yang terjadi di dalam tubuh saat bekam dilakukan.

Dalam pemaparannya, Zaidul Akbar menjelaskan bahwa untuk memahami cara kerja bekam, masyarakat perlu melihat tubuh manusia sebagai sebuah sistem yang kompleks. Ia menggunakan analogi sederhana berupa sebuah bangunan untuk menggambarkan bagaimana tubuh merespons rangsangan. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau hanya tisu terbakar di depan pintu, kira-kira pemadam kebakaran datang gak? Enggak ya, karena itu terlalu kecil. Tapi, jika kita berteriak bahwa ada teroris atau ancaman besar, maka seluruh pasukan, termasuk tim anti-teror, akan segera datang,” ujar dr Zaidul Akbar, mengutip Yotube dr. Zaidul Akbar Official, Kamis 9 April 2026.

Melalui ilustrasi tersebut, ia menegaskan bahwa tubuh tidak selalu memberikan respons besar terhadap rangsangan kecil. Namun, dalam terapi bekam, terdapat proses perlukaan ringan pada permukaan kulit yang justru menjadi sinyal penting bagi tubuh. Luka-luka kecil ini mengirimkan pesan ke otak bahwa ada kondisi yang perlu segera ditangani.

“Perlukaan-perlukaan kecil ini mengirimkan sinyal ke pusat otak kita untuk segera mengeluarkan pasukan imun terbaik tubuh,” tuturnya.

Ketika proses bekam berlangsung, darah yang keluar bukan sekadar cairan biasa. Tubuh secara otomatis merespons dengan mengaktifkan sistem pertahanan, termasuk mobilisasi sel-sel imun untuk memperbaiki jaringan yang terdampak. Respons ini tidak hanya terjadi secara lokal, tetapi juga melibatkan sistem tubuh secara menyeluruh.

Menariknya, Zaidul Akbar menyebut bahwa bekam dapat memicu aktivasi sistem imun dalam skala besar, bahkan melibatkan sel-sel yang biasanya hanya aktif dalam kondisi penyakit serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bekam dapat memicu keluarnya pasukan imun kelas berat yang biasanya hanya aktif saat menghadapi penyakit berat seperti HIV/AIDS,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan terapi bekam tidak ditentukan oleh banyaknya darah yang dikeluarkan. Justru, aspek terpenting terletak pada sinyal biologis yang dikirimkan ke otak.

Halaman Selanjutnya

"Saat kamu berbekam, yang dicari bukan banyaknya darah yang keluar, melainkan sinyal yang dikirimkan perlukaan-perlukaan tersebut ke otak,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |