Jakarta, VIVA – Isu tentang tumbal pesugihan masih sering menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang percaya bahwa seseorang yang meninggal karena dijadikan “tumbal” harus disempurnakan kematiannya agar tidak gentayangan. Namun, Buya Yahya memberikan penjelasan tegas bahwa keyakinan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengungkap bahwa istilah tumbal memang sudah dikenal sejak zaman dahulu. Ia mencontohkan kisah lama di Sungai Nil, di mana ada kepercayaan bahwa seseorang harus dikorbankan demi tujuan tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa keyakinan seperti ini adalah keliru dan tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Buya Yahya menekankan bahwa dalam Islam tidak ada ajaran yang membenarkan pengorbanan manusia demi tujuan tertentu, termasuk untuk kekayaan atau pesugihan. Keyakinan seperti itu justru termasuk perbuatan zalim dan bisa mengarah pada kesyirikan.
“Nah, jelas itu bukan dalam syariat Islam tidak ada kezaliman semacam itu. Tidak ada keyakinan yang salah dan itu keluar dari iman meyakini yang demikian itu,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Rabu, 1 April 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika memang ada seseorang yang menjadi korban karena dizalimi, misalnya dibunuh dengan niat dijadikan tumbal, maka orang tersebut justru wafat dalam keadaan mulia, bukan sebaliknya.
“Kalau seandainya ada orang meninggal karena dijadikan tumbal, dia mati syahid, dia mulia karena dizalimi, kenapa malah malah disempurnakan-sempurnakan?” tegas Buya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada istilah “menyempurnakan kematian” bagi korban tumbal. Dalam pandangan Islam, seseorang yang meninggal dalam keadaan terzalimi justru mendapatkan kemuliaan di sisi Allah, selama ia tidak meyakini praktik tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, Buya Yahya juga meluruskan berbagai mitos lain yang sering dikaitkan dengan kematian, seperti roh gentayangan atau kesurupan oleh arwah orang yang sudah meninggal. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
“Adapun jika masalah ada roh orang jahat kemudian gentayangan tidak ada itu semuanya gak ada roh gentayangan ingat kok enak banget dia gentayangan kalau dia orang jahat pembunuh orang jahat disiksa di alam barzakh kenapa gentayangan enak-enak jalan ke mall nggak ada itu semuanya,” katanya menjelaskan.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, setelah meninggal dunia, setiap manusia akan berada di alam barzakh sesuai dengan amal perbuatannya. Orang baik akan mendapatkan kenikmatan, sementara yang berbuat buruk akan mendapatkan balasan.

8 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
