Selasa, 7 April 2026 - 11:33 WIB
VIVA –Pemimimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei dilaporkan kini dalam kondisi tidak berdaya dan sedang menjalani perawatan medis di kota suci Qom. Mengutip memo diplomatik yang dilaporkan The Times pada Senin tengah malam, pemimpin tertinggi Iran berusia 56 tahun itu disebut tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan akibat kondisi medis yang tergolong parah.
“Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi serius, sehingga tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan rezim,” demikian isi dokumen tersebut, yang diyakini bersumber dari intelijen Amerika Serikat dan Israel yang dibagikan kepada sekutu-sekutu di kawasan Teluk seperti dikutip dari laman NDTV, Selasa 7 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ini menjadi pertama kalinya lokasi pemimpin tertinggi Iran terungkap ke publik. Kota Qom sendiri terletak sekitar 140 kilometer di selatan Teheran. Kota ini dianggap suci dalam Islam Syiah dan dikenal sebagai pusat keagamaan Republik Islam Iran.
Informasi mengenai lokasi sang Ayatollah sebenarnya disebut sudah diketahui oleh badan intelijen AS dan Israel sejak beberapa waktu lalu, namun baru kali ini diungkap ke publik.
Sebelum beberapa waktu lalu, Iran telah mengonfirmasi bahwa Mojtaba Khamenei turut terluka dalam serangan udara pada 28 Februari lalu yang menewaskan ayahnya, ibunya, istrinya Zahra Haddad-Adel, serta salah satu putranya dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat di Tehran.
Sejak awal perang, pemimpin tertinggi baru tersebut belum pernah terlihat atau terdengar secara langsung di hadapan publik, meskipun ia telah ditunjuk sebagai penerus ayahnya pada awal Maret. Beberapa pernyataan yang dikaitkan dengannya memang sempat dibacakan di televisi pemerintah Iran, namun ketiadaan rekaman suara darinya semakin memperkuat laporan yang belum terverifikasi bahwa ia masih berada dalam kondisi kritis.
Meski pejabat Iran bersikeras bahwa pemimpin tertinggi baru itu masih “memegang kendali” negara, berbagai laporan sebelumnya mengindikasikan adanya masalah kesehatan serius. Laporan dari AS menyebutkan bahwa ia dirawat dalam kondisi koma di rumah sakit, sementara sumber lain menyebut ia mengalami patah kaki dan cedera di bagian wajah.
Trump Akui AS Sempat Persenjatai Demonstran Iran Saat Aksi Januari Lalu
Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa AS sempat diam-diam mencoba memasok senjata kepada para demonstran di Iran. Baca keterangan lengkapnya di artikel ini
VIVA.co.id
7 April 2026

2 weeks ago
6



























