Musyrif Diny Imbau Jemaah Jaga Stamina Jelang Puncak Haji

10 hours ago 1

loading...

Ketua Musyrif Diny 2026 KH M Cholil Nafis. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Ketua Musyrif Diny KH Cholil Nafis meminta para jemaah haji Indonesia membatasi aktivitas fisik yang tidak perlu seperti ziarah dan jalan-jalan, demi menjaga stamina. Ia meminta seluruh jemaah tidak terjebak dalam euforia "haji mumpung" selama masa tunggu menjelang puncak ibadah haji.

Cholil mengingatkan, ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Oleh karena itu, persiapan energi yang matang sebelum memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina ( Armuzna ) adalah hal yang mutlak.

"Pertama, kita jangan 'haji mumpung' ketika dalam masa menunggu ini. Jangan sampai tenaga sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang apalagi hanya main-main atau jalan-jalan. Itu dikendali dulu. Tolong fokus kepada penyiapan stamina karena nanti haji membutuhkan fisik yang kuat," ujar Cholil dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5/2026).

Wakil Ketua Umum MUI ini menyarankan jemaah untuk memperbanyak amalan ibadah di dalam ruangan atau hotel tempat menginap ketimbang jalan-jalan dan ziarah. Ia mengimbau jemaah untuk fokus fokus berzikir dan beriktikaf.

Baca Juga: Jelang Armuzna, Timwas Haji Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Risiko

"Jika kondisi fisik tidak memungkinkan, jemaah tidak perlu memaksakan diri setiap waktu salat harus ke Masjidilharam. Allah SWT Maha Mengetahui niat baik setiap hamba-Nya," katanya.

Cholil meminta kepada jemaah untuk menyempurnakan makanan bergizi dan memastikan waktu istirahat yang cukup. Selain masalah fisik, ia memberikan sorotan tajam terkait penggunaan ponsel berkamera oleh jemaah di Tanah Suci.

Cholil mengingatkan agar jemaah berhati-hati dan tidak sembarangan merekam, terutama hal-hal yang dilarang seperti melanggar privasi orang lain atau membuat konten iklan di depan Masjidilharam. Ia mengingatkan agar kamera HP tidak digunakan untuk kepentingan pamer atau flexing.

"Jangan sampai kita ini me-shooting untuk kepentingan flexing atau untuk pamer. Karena itu akan menghilangkan pahala-pahala ibadahnya atau dapat menjauhkan dari kemabruran hajinya karena akan menimbulkan rasa riya," tegasnya.

(zik)

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |