Jakarta, VIVA – Malaysia saat ini tengah mengkaji peningkatan mandatori biodiesel dari level B10 menuju B15 hingga B30. Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada kenaikan permintaan minyak sawit domestik, sekaligus memengaruhi struktur pasokan energi skala nasional.
Proyeksi analis menunjukkan peningkatan konsumsi yang cukup signifikan jika kebijakan tersebut diterapkan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir dari News Straits Times, Jumat, 17 April 2026, analis CIMB Securities, Ivy Ng Lee Fang, memperkirakan skenario kenaikan mandatori biodiesel dapat mendorong tambahan permintaan minyak sawit antara 380.000 ton hingga 1,5 juta ton.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,8 persen hingga 7,4 persen dari total pasokan minyak sawit mentah (CPO) nasional Malaysia. Saat ini, program biodiesel B10 yang berlaku penuh diperkirakan menyerap sekitar 750.000 ton minyak sawit per tahun.
Jika dinaikkan ke B12, konsumsi diproyeksikan bertambah sekitar 150.000 ton menjadi 900.000 ton. Namun, peningkatan yang lebih besar diperkirakan terjadi pada level B15 hingga B30, yang disebut dapat menjadi titik perubahan signifikan dalam struktur permintaan.
Pemerintah Malaysia berencana memulai implementasi B15 dari level B12 sebagai tahap awal. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Otoritas terkait menyebutkan transisi ini tidak memerlukan biaya tambahan besar karena memanfaatkan infrastruktur pencampuran bahan bakar yang sudah ada dari program B10.
Selain itu, rencana jangka menengah juga mencakup peningkatan fasilitas distribusi untuk mendukung campuran hingga B20 dan B30, termasuk kemungkinan penerapan pada sektor transportasi komersial dan publik.
Meski arah kebijakan sudah mulai terbentuk, dampak terhadap pasar diperkirakan akan bertahap. Implementasi awal seperti B12 dinilai hanya memberikan dampak terbatas terhadap permintaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, pada level yang lebih tinggi, peningkatan konsumsi berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar minyak nabati.
Malaysia sendiri memiliki kapasitas produksi biodiesel sekitar 2,36 juta ton per tahun, sementara produksi aktual berada di bawah angka tersebut, menunjukkan adanya ruang ekspansi jika kebijakan diperluas. Perkembangan kebijakan ini masih akan bergantung pada kondisi energi global, harga bahan bakar, serta kesiapan infrastruktur dalam mendukung peningkatan campuran biodiesel.
Anwar Ibrahim Sebut Malaysia Jadi 'Mak Comblang' Negara-negara Arab ke Iran
PM Malaysia mengatakan para pemimpin dari negara-negara Teluk telah menggunakan negaranya sebagai saluran untuk berkomunikasi dengan kepemimpinan Iran.
VIVA.co.id
17 April 2026

1 week ago
4



























