loading...
Momen detik-detik banjir bandang menyapu desa-desa di Nepal dalam sekejap pada hari Rabu. Lebih dari 160 orang tewas dan lebih dari 1.300 lainnya hilang. Foto/Screengrab/X @iNikhilsaini
KATHMANDU - Banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah Rasuwa, Nepal, pada hari Rabu telah menarik perhatian para ilmuwan di seluruh Asia Selatan. Sebab, wilayah itu merupakan kawasan pegunungan dan pemicu bencana mengerikan ini menjadi pertanyaan.
Lebih dari 160 orang dipastikan tewas, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Lebih dari 1.300 orang dilaporkan hilang, termasuk setidaknya 300 warga negara asing.
Baca Juga: Detik-detik Sejumlah Desa Tersapu Banjir Bandang dalam Sekejap, 157 Orang Tewas
Perdana Menteri (PM) Nepal Balendra Shah menyebut situasi banjir bandang ini sebagai "bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menegaskan bahwa pemerintah sedang melakukan operasi penyelamatan serta bantuan secepat dan seefektif mungkin.
Dalam pernyataan yang dirilis hari ini (27/8/2026), Shah mengatakan bahwa Angkatan Darat Nepal sejauh ini telah menyelamatkan 116 orang dari Timure di distrik Rasuwa. Dari jumlah tersebut, 95 orang adalah warga negara Nepal dan 21 orang adalah warga negara India. Selain itu, tujuh warga negara Nepal yang terjebak di dalam terowongan juga berhasil diselamatkan.
"Penerbangan penyelamatan telah beroperasi sejak pukul 06.30 pagi ini. Lebih dari 15 penerbangan telah dilakukan sejauh ini, dan helikopter tambahan telah disiagakan untuk operasi penyelamatan. Dengan dukungan dan kerja sama seluruh negeri, warga Nepal di seluruh dunia, serta komunitas internasional, kita bersama-sama menghadapi situasi sulit ini," ujarnya.
Apa Pemicu Banjir Bandang Nepal?
National Remote Sensing Centre (NRSC) India, salah satu badan utama di bawah Indian Space Research Organisation (ISRO), telah melakukan penilaian awal berbasis satelit terhadap bencana tersebut.
Dengan menggunakan kombinasi citra satelit India dan internasional, para ilmuwan NRSC memetakan skala kerusakan dan membantu menyusun rangkaian peristiwa yang kemungkinan memicu salah satu bencana pegunungan terparah di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini India memiliki 56 satelit yang mengorbit Bumi.
Menurut penilaian NRSC, bencana tersebut tampaknya bermula di kawasan pegunungan tinggi Tibet. Penilaian awal menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mungkin memicu runtuhnya jenis gletser yang disebut “gletser cirque”.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

