Netanyahu Tegaskan Gencatan Senjata Tak Berlaku untuk Lebanon!

2 weeks ago 6

Rabu, 8 April 2026 - 12:00 WIB

VIVA –Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa Israel mendukung keputusan Amerika Serikat untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak berlaku untuk Lebanon.

Dalam pernyataan di platform X pada hari Rabu, Netanyahu mengatakan bahwa Israel mendukung upaya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara Arab tetangga Iran, serta dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyebutkan bahwa pihak Amerika Serikat telah memberi tahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan tersebut dalam perundingan yang akan datang di Islamabad, Pakistan, pada hari Jumat.

”Namun, gencatan senjata dua minggu itu tidak mencakup Lebanon,” tulis Netanyahu seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Rabu 8 April 2026.

Pernyataan Netanyahu ini muncul setelah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mereka telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata segera di semua wilayah, termasuk Lebanon dan tempat lainnya.

Sharif mengatakan bahwa langkah tersebut langsung berlaku.

Seperti diketahui, Lebanon kemudian ikut terseret dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 2 Maret, setelah kelompok Hezbollah yang bersekutu dengan Teheran melancarkan serangan terhadap Israel.

Hezbollah menyatakan bahwa serangan itu merupakan balasan atas tindakan Israel yang membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama perang, yaitu 28 Februari. Selain itu, serangan tersebut juga dipicu oleh pelanggaran gencatan senjata yang hampir terjadi setiap hari oleh Israel di Lebanon, yang sebelumnya disepakati pada November 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan gencatan senjata tersebut dibuat setelah lebih dari satu tahun baku tembak lintas perbatasan antara pasukan Israel dan pejuang Hezbollah, yang terjadi sejak Israel melancarkan perang besar di Gaza pada Oktober 2023.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel ke wilayah mereka sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 1.500 orang dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi. Militer Israel juga telah melancarkan invasi ke wilayah selatan Lebanon dan menyatakan ingin menguasai lebih banyak wilayah sebagai zona penyangga.

Halaman Selanjutnya

Sejauh ini, belum ada tanggapan langsung dari Hezbollah maupun pemerintah Lebanon terkait pernyataan Netanyahu tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |