‘Ngamuk’ Rating Kinerjanya Anjlok, Trump: Itu Berita Palsu

5 days ago 4

Selasa, 21 April 2026 - 08:10 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meluapkan amarahnya terkait jejak pendapat approval rating yang menyatakan setuju atau puas terhadap kinerjanya di masa jabatan keduanya. Berdasarkan jejak pendapat yang dirilis NBC News Decision Desk baru-baru ini menunjukkan tingkat approval rating Trump turun ke titik terendah.

Dalam polling itu diketahui hanya sebanyak 37 persen orang menyetujui kinerjanya sebagai Presiden sementara 62 persen tidak menyetujuinya. Jejak pendapat itu juga menemukan bahwa dua pertiga responden tidak setuju dengan penanganan Trump terhadap inflasi dan konflik Iran sehingga menempatkan peringkat kinerjanya pada titik terendah masa jabatan keduanya dalam jajak pendapat tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahannya di akun media sosial Truth Senin pagi waktu setempat, Trump menyebut bahwa jejak pendapat tersebut telah dimanipulasi. Hasil poling tersebut kata Trump palsu sama seperti Pemilihan Presiden 2020 lalu.

“Saya melihat dan membaca para pengamat dan jejak pendapat, itu BERITA PALSU dengan penuh ketidakpercayaan. 90 persen dari apa yang mereka katakana adalah kebohongan dan cerita yang dibuat-buat dan jejak pendapat itu dimanipulasi sama seperti Pemilihan Presiden 2020 yang juga dimanipulasi,” kata dia dikutip dari laman Huffpost, Selasa 21 April 2026.

Dalam unggahannya di media sosial itu, Trump membandingkan secara positif konflik militer antara AS dan Iran dengan misi penangkapan presiden Venezuela, Nicholas Maduro pada awal tahun ini.

“Seperti halnya hasil di Venezuela yang tidak suka dibicarakan media, hasil di Iran akan luar biasa. Dan jika para pemimpin baru Iran (pengganti rezim) cerdas Iran bisa memiliki masa depan yang hebat dan sejahtera,” tulis dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Trump mengambil pendekatan yang jauh lebih mengancam saat berbicara kepada para pemimpin Iran secara online sehari sebelumnya, dengan berjanji akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di negara itu jika para pemimpin tidak menerima persyaratan dari proposal Amerika Serikat saat ini.

Sementara masa berakhirnya perjanjian gencatan senjata dua minggu semakin dekat, The New York Times melaporkan bahwa negosiasi akan dilanjutkan minggu ini dengan Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin pembicaraan.

Halaman Selanjutnya

Dalam unggahan Truth itu juga, Trump membantah laporan yang menyebut dirinya didorong oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk berperang melawan Iran pada 28 Februari lalu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |