Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono melaporkan, ekspor Indonesia pada Februari 2026 tercatat US$22,17 miliar, atau tumbuh 1,01 persen dibanding Februari 2025 yang sebesar US$21,94 miliar.
Komoditas utama pendukung lonjakan ekspor Indonesia di Februari 2026 itu, diakui Ateng berasal dari industri pengolahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor Indonesia per Februari 2026, dengan nilai mencapai US$18,55 miliar," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Rabu, 1 April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono
Photo :
- [tangkapan layar]
Dia menjelaskan, ekspor industri pengolahan Indonesia pada Februari 2026 itu tercatat tumbuh 5,24 persen, dibandingkan dengan kinerja ekspor yang sama pada Februari 2025.
Sementara beberapa komoditas ekspor lainnya yang juga turut menopang kinerja ekspor di Februari 2026 itu, antara lain seperti komoditas pertambangan dan lainnya yang mencapai sebesar US$2,15 miliar.
"Kinerja ekspor komoditas (pertambangan dan lainnya) itu tercatat turun 18,16 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Ateng.
Sementara ekspor komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan pada Februari 2026 tercatat sebesar US$390 miliar, atau turun 31,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ateng juga merinci, komoditas utama penopang ekspor industri pengolahan hingga Februari 2026 antara lain yakni nikel, minyak kelapa sawit (CPO), serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemudian, lanjut Ateng, ekspor komoditas kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian hingga semi konduktor dan komponen elektronik lainnya, juga tercatat mengalami peningkatan.
"Sementara, ekspor pertanian dan pertambangan lainnya ini justru mengalami penurunan," ujarnya.
BPS: Neraca Perdagangan Kumulatif RI di Januari-Februari 2026 Tembus US$2,23 Miliar
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, neraca perdagangan kumulatif RI periode Januari-Februari 2026 tercatat mencapai US$2,23 miliar.
VIVA.co.id
1 April 2026

3 weeks ago
11



























