VIVA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus melakukan penyehatan keuangan, dan berhasil mencatat perolehan total pendapatan atau revenue secara konsolidasi sebesar Rp 8,85 triliun pada tahun ini.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, angka tersebut didukung oleh kontribusi anak usaha sebesar Rp 3,1 triliun, dan pendapatan dari entitas induk mencapai Rp 5,75 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pendapatan perseroan ditopang oleh sejumlah proyek yang tengah dikerjakan perusahaan. Dimana berdasarkan segmentasi usaha, hal itu bersumber dari segmen konektivitas sebesar Rp 3,3 triliun, Sumber Daya Air (SDA) Rp 1,4 triliun, gedung Rp 1,2 triliun, serta lainnya sebesar Rp 0,9 triliun," kata Ermy dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.
Tol Cimanggis-Cibitung.
Photo :
- Dokumentasi Waskita Karya.
Dia menambahkan, pencatatan pendapatan itu sebagian besar diperoleh dari berbagai proyek pemerintah. Hal ini menurutnya turut memperkuat komitmen Waskita Karya dalam mendukung sejumlah program pemerintah.
Ermy menambahkan, saat ini Waskita masih mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp 7,2 triliun atau 82 persen dari Pendapatan Usaha. Selain proyek baru yang harus diselesaikan sesuai kontrak, Waskita juga terus menyelesaikan outstanding proyek lama yang masih memerlukan cash to completion dan menargetkan seluruhnya rampung di 2026 ini.
Karenanya pada tahun 2025, perseroan mencatatkan laba bruto Rp 1,58 triliun atau naik sekitar 12 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,41 triliun. Perseroan juga mencatatkan Gross Profit Margin sebesar 18 persen pada 2025, atau membaik dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 13 persen.
"Peningkatan laba bruto itu berhasil diraih Waskita berkat strategi efisiensi operasional proyek yang dijalankan. Tidak hanya di induk perusahaan tapi juga pada anak usaha," ujarnya.
Guna menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengerjaan proyek, Waskita pun mengimplementasikan lean organization dan terus melakukan transformasi digital pada berbagai bidang.
Pada bidang operasional, Perseroan mengintegrasikan Core System ERP SAP S/4 HANA dengan Building Information Modelling (BIM) dan perencanaan Last Planner System (LPS).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ada pula sejumlah inovasi digital lainnya, seperti penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) WISENS (Waskita Intelligent Sensing System) pada beberapa pembangunan proyeknya, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan.
Dua di antaranya yaitu AI Pavement Crack Detection yang bertujuan membantu Waskita mendeteksi kerusakan jalan, sekaligus sebagai target tidak adanya kegagalan dalam proses konstruksi atau zero defect.
Halaman Selanjutnya
"Melalui penggunaan AI tersebut, penghitungan jumlah dan jenis kerusakan secara otomatis bisa dilakukan lebih efisien, sehingga dapat mendukung inspeksi dan pengawasan aset jalan tol. Waktu inspeksi yang dapat diefisiensi mencapai 40 persen lebih cepat,” ujarnya.

3 weeks ago
7



























