Rabu, 15 April 2026 - 00:02 WIB
VIVA – Kepala Badan Intelijen Israel, Mossad, David Barnea pada hari Selasa, mengatakan bahwa badan intelijennya tidak akan berhenti sampai memfasilitasi jatuhnya rezim Islam Iran, menjawab kritik pejabat Israel dan AS yang menuduhnya gagal setelah perubahan rezim di Iran tidak terjadi meski perang telah berkobar berminggu-minggu.
"Misi kami belum selesai. Kami tidak berpikir bahwa misi kami akan selesai segera setelah pertempuran mereda, tetapi kami merencanakan, dan (sungguh) kami berencana untuk melanjutkan, dan ini akan terwujud bahkan setelah serangan terhadap Teheran," kata Barnea dilansir Jerusalem Post.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berbicara pada upacara peringatan Holocaust, Barnea mengatakan badan tersebut telah beroperasi "di jantung Teheran" selama serangan AS-Israel baru-baru ini. "Kami memberikan intelijen yang tepat kepada Angkatan Udara, dan kami menghancurkan rudal yang mengancam Israel," katanya.
"Tetapi misi kami belum selesai," tambahnya, mengatakan operasi direncanakan untuk berlanjut setelah serangan tersebut.
Barnea kembali menegaskan bahwa peran Mossad akan berakhir "hanya ketika rezim radikal ini diganti," menambahkan bahwa Israel tidak akan tinggal diam menghadapi apa yang digambarkannya sebagai ancaman eksistensial.
Ini adalah pertama kalinya kepala Mossad secara terbuka membahas peran dan pandangannya tentang perubahan rezim di Iran. Setelah perubahan rezim di Iran tidak terjadi pada minggu-minggu awal perang, dan terlebih lagi sejak gencatan senjata diberlakukan tanpa perubahan rezim, berbagai pejabat Israel dan Amerika telah berusaha menyalahkan Mossad dan Barnea atas kegagalan tersebut.
Mossad memberi tahu pejabat AS dan Israel bahwa perubahan rezim hanya dapat terjadi setelah perang Iran. Namun, The Jerusalem Post melaporkan bahwa Mossad memberi tahu pejabat tinggi Israel dan Amerika bahwa potensi perubahan rezim hanya akan terjadi setelah perang Iran, bukan di tengah-tengahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Oleh karena itu, Mossad menolak tuduhan bahwa mereka telah gagal atau mencoba untuk "memperdaya" AS agar percaya pada ilusi perubahan rezim.
Pernyataan publik Barnea adalah indikasi terbaru bahwa ia masih percaya perubahan rezim itu mungkin, tetapi perang hanya membantu menciptakan kondisi awal yang lebih menguntungkan untuk perubahan tersebut, dan bahwa pekerjaan tambahan yang signifikan akan dibutuhkan ke depannya.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, Barnea telah mengindikasikan bahwa perubahan rezim adalah kemungkinan nyata dalam waktu satu tahun setelah perang saat ini.

1 week ago
9



























