Pemerintah Dinilai Tepat Arahkan Transisi Energi Nasional

4 days ago 3

Selasa, 21 April 2026 - 19:11 WIB

Jakarta, VIVAPemerintah didorong untuk mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah, menilai, langkah pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi tidak bisa dilepaskan dari tekanan global yang saat ini terjadi. Namun di sisi lain, momentum ini dinilai tepat untuk memperkuat pengembangan energi alternatif berbasis dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya mendukung pemerintah untuk terus berinovasi mencari alternatif. Program B50 sebagai produk lokal biodisiel harus didukung guna mencapai kemandirian dalam produksi BBM alternatif. Lalu proses transisi dalam program energi terbarukan yang ramah lingkungan juga harus terus diupayakan,” kata Najib, Selasa, 21 April 2026.

Seperti diketahui, pemerintah melakukan penyesuaian harga pada sejumlah BBM nonsubsidi. Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Menurut Najib, kebijakan tersebut diyakini telah melalui pertimbangan matang. Ia juga memahami kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak lanjutan terhadap daya beli.

“Betul selalu ada dampak lanjutan dari kenaikan BBM, tapi perlu diingat bahwa kenaikan tersebut sudah melalui proses yang panjang,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah sejauh ini masih berupaya menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak ikut terdampak di tengah tekanan krisis global dan gangguan rantai pasok energi dunia.

“Dan pilihan terakhir dalam rangka menjaga stabilitas pilihan menaikan harga BBM nonsubsidi menjadi opsi paling berat,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih jauh, Najib melihat kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas jangka panjang, sekaligus menahan agar harga BBM subsidi tetap terjangkau di tengah gejolak global.

“Kita berdoa saja krisis ini tidak terlalu berlarut tapi saya melihat apa yang sudah dikerjakan pemerintah sudah luar biasa baik, dibanding negara tetangga yang lebih parah terdampak,” ujarnya lagi.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat ke 17.126, IMF Ingatkan RI Jaga Belanja di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.126 per dolar AS. Posisi itu menguat 42 poin atau 0,24 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.168 per dolar AS

img_title

VIVA.co.id

21 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |