Pemuda Iran Bikin 'Pagar Manusia' di Sekitar Pembangkit Listrik yang Mau Dibom Trump

2 weeks ago 12

Selasa, 7 April 2026 - 10:25 WIB

VIVA – Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi mengatakan sebuah acara simbolis nasional akan melibatkan kaum muda membentuk pagar manusia di sekitar pembangkit listrik di seluruh negeri, seiring ancaman Presiden AS Trump yang akan menghancurkan pembangkit listrik negara itu karena menolak proposal gencatan senjata. 

Alireza Rahimi mengatakan inisiatif yang berjudul "Rantai Manusia Pemuda Iran untuk Masa Depan yang Cerah" ini bertujuan untuk menunjukkan solidaritas nasional dan mendukung tindakan angkatan bersenjata terhadap apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai agresor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan acara tersebut, yang diselenggarakan dengan partisipasi kaum muda di seluruh negeri, juga bertujuan untuk menyampaikan pesan dari pemuda Iran kepada komunitas internasional dan memprotes apa yang disebutnya sebagai "kejahatan perang" oleh Amerika Serikat dan Israel.

Trump sebelumnya memperluas ancamannya terhadap Iran hingga mencakup seluruh pembangkit listrik dan jembatan di negara itu, seiring berakhinya batas waktu Iran untuk memenuhi tuntutannya: gencatan senjata 45 hari dan ingin mengakhiri perang secara permanen.

"Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump. Ia mengisyaratkan bahwa tenggat waktu pukul 8 malam ET pada hari Selasa (pukul 3 pagi waktu Israel pada hari Rabu) adalah final, dengan mengatakan bahwa ia telah memberi Iran cukup perpanjangan waktu.

"Kami memiliki rencana… di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 12 malam besok, di mana setiap pembangkit listrik akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya, penghancuran total, pada pukul 12 malam, dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya,"  katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tidak menginginkan itu," tambahnya, seraya mencatat bahwa AS mungkin akan membantu Iran membangun kembali negaranya, dan dalam hal ini ia tidak ingin harus membangun kembali infrastruktur mahal seperti itu.

Ia mengatakan Iran tidak menganggapnya serius sebelumnya, yang menyebabkan ia memerintahkan penghancuran jembatan utama di dekat Teheran pekan lalu hanya beberapa menit setelah pembicaraan gagal.

Halaman Selanjutnya

"Apakah saya ingin menghancurkan infrastruktur mereka? Tidak. Butuh waktu 100 tahun bagi mereka untuk membangun kembali," katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |