Penanganan Cepat Pascagempa Malut-Sulut, Basarnas Kerahkan 3 Kantor SAR

3 weeks ago 14

Jumat, 3 April 2026 - 06:00 WIB

Jakarta, VIVA Basarnas mengerahkan personel penuh dari tiga Kantor SAR untuk melakukan penanganan cepat pascagempa bumi 7,6 magnitudo, yang memicu peringatan dini tsunami di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, Kantor SAR yang terlibat berada di Sulawesi Utara, Maluku, dan Palu. Mereka pun langsung bergerak bersama TNI, Polri, BPBD dan potensi SAR lainnya, untuk memastikan kondisi warga serta dampak kerusakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tim di daerah segera melakukan asesmen cepat untuk mengetahui dampak kejadian, baik terhadap korban maupun kerusakan bangunan,” kata Syafii, Kamis, 2 April 2026.

Gempa di Sulawesi Utara

Photo :

  • ANTARA/Abdul Fatah

Dia mengaku pihaknya masih menerima laporan satu korban meninggal dunia dan satu korban lainnya dalam proses perawatan pada Kamis sore kemarin.

Pihaknya berharap, masyarakat di wilayah terdampak bisa lebih aman dan nyaman dengan adanya penyiagaan penuh personel SAR, karena langkah evakuasi akan bisa disegerakan apabila terjadi bencana susulan.

Menurutnya, respons cepat sangat memungkinkan untuk dilakukan, mengingat mereka memanfaatkan sistem informasi yang terintegrasi dengan BMKG dan BNPB). Sehingga setiap peringatan dapat diterima secara langsung melalui pusat komando dan diteruskan ke setiap unit di daerah.

"Kami melaksanakan tugas, melaksanakan asesmen terhadap warga dan dampak dari bangunan-bangunan, khususnya dalam hal ini Basarnas langsung di bawah koordinasi dari BNPB," kata Syafii.

Diketahui, sebelumnya telah terjadi gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, dan Maluku Utara. Sementara getarannya juga dirasakan di sejumlah daerah seperti Ternate, Manado, dan Gorontalo dengan intensitas hingga skala IV MMI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, gelombang tsunami sempat terdeteksi sesaat setelah gempa di beberapa wilayah pesisir, antara lain Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, serta Minahasa Utara 0,75 meter.

Hingga akhirnya BMKG mengumumkan peringatan dini tsunami berakhir 09.56 WIB, dan memungkinkan bagi tim SAR gabungan untuk mulai bergerak masuk mengidentifikasi wilayah terdampak.

Gempa 7,6M di Sulut

Gempa M 7,6 Hantam Sulut, Menteri PU Siapkan Mitigasi Darurat Jaga Logistik

Kementerian PU siapkan langkah darurat pasca gempa M 7,6 di Sulawesi, termasuk jembatan sementara dan koordinasi lintas lembaga untuk jaga jalur logistik.

img_title

VIVA.co.id

2 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |