Pengakuan Jujur Gennaro Gattuso Usai Timnas Italia Gagal Lolos Piala Dunia 3 Kali Beruntun

5 hours ago 2

Rabu, 1 April 2026 - 06:04 WIB

Zenica, VIVA – Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah Azzurri dipastikan absen dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Usai kekalahan menyakitkan lewat adu penalti melawan Timnas Bosnia-Herzegovina, Gattuso menyampaikan pesan emosional kepada seluruh pendukung Italia.

Permohonan Maaf kepada Seluruh Rakyat Italia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Gattuso memulai dengan pernyataan maaf yang tulus. Ia menyadari betapa beratnya kenyataan bahwa negara sebesar Italia harus melewatkan turnamen paling bergengsi sejagat selama 12 tahun (2018, 2022, dan kini 2026).

"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Italia. Kami tahu betapa berartinya sepak bola bagi negara kita, dan gagal lolos untuk ketiga kalinya adalah sebuah tragedi olahraga yang sulit diterima," ujar Gattuso dengan nada getir dilansir Football Italia.

Timnas Italia vs Bosnia-Herzegovina

Tetap Bangga Meski Bermain dengan 10 Orang

Meski kecewa berat dengan hasil akhir, mantan gelandang legendaris AC Milan ini mengaku tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Italia harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-41 setelah Alessandro Bastoni dikartu merah.

"Saya tetap bangga dengan para pemain. Bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam di atmosfer yang panas seperti ini tidaklah mudah. Mereka bertarung seperti singa, menderita bersama, dan memberikan segalanya di lapangan hingga tetes keringat terakhir," lanjutnya.

Analisis Pertandingan dan "Lotre" Penalti

Gattuso menjelaskan bahwa rencana pertandingannya berubah total setelah kartu merah tersebut. Ia memuji ketangguhan mental timnya yang mampu menahan gempuran Bosnia hingga babak perpanjangan waktu selesai, meski akhirnya harus menyerah di babak adu penalti.

"Adu penalti selalu menjadi lotre. Kami sempat unggul dan mengendalikan laga, namun insiden (kartu merah) itu mengubah segalanya. Kami mencoba bertahan dan mencari celah lewat serangan balik, tapi keberuntungan memang tidak berpihak pada kami malam ini," jelas pelatih yang dikenal dengan julukan Rhino tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masa Depan yang Tidak Pasti

Kegagalan ini memicu spekulasi mengenai masa depan Gattuso di kursi kepelatihan. Namun, saat ditanya mengenai hal tersebut, ia memilih untuk fokus pada rasa duka tim terlebih dahulu.

Halaman Selanjutnya

"Saat ini bukan waktunya membicarakan kontrak atau masa depan saya. Saat ini adalah waktunya untuk merenung dan merasakan kepedihan ini bersama. Luka ini akan membekas selamanya, tapi Italia harus bangkit kembali, entah itu bersama saya atau tanpa saya," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |