Perang Iran Kuras Cadangan Minyak AS di Bawah 300 Juta Barel, Terendah sejak 1983

4 hours ago 3

loading...

Tangki penyimpanan untuk minyak mentah, bensin, solar, dan produk minyak bumi olahan lainnya terlihat di Carson, California, AS, pada 11 Maret 2022. FOTO/Reuters

JAKARTA - Cadangan minyak mentah strategis Amerika Serikat (AS) turun ke level terendah dalam lebih dari empat dekade, yakni di bawah 300 juta barel. Penurunan tersebut terjadi ketika pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan pelepasan minyak mentah ke pasar untuk mengatasi gangguan pasokan akibat perang dengan Iran.

"Pasar menghadapi kombinasi risiko geopolitik dan kebijakan moneter yang sensitif. Ketidakpastian terkait Selat Hormuz mempertahankan risiko kenaikan harga minyak dan inflasi, sementara data inflasi AS pada Rabu dapat mengubah ekspektasi terhadap keputusan Federal Reserve pada September," kata Kepala Riset Pasar FXTM Lukman Otunuga dikutip dari Business Insider, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Manfaatkan Inflasi Tinggi dan Krisis Fiskal, AS Gunakan Taktik 'Catur' Serang Iran

Menurut data Departemen Energi AS, cadangan minyak dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR) berkurang 6 juta barel dalam sepekan menjadi 298,7 juta barel. Data Energy Information Administration menunjukkan cadangan tersebut untuk pertama kalinya turun di bawah 300 juta barel sejak 1983.

AS mengawali 2026 dengan cadangan sekitar 415 juta barel. Namun, persediaan terus berkurang setelah pemerintahan Trump melepaskan lebih banyak minyak mentah ke pasar sebagai langkah untuk mengimbangi gangguan pasokan yang terjadi akibat perang dengan Iran.

Sementara itu, pasar sebelumnya berharap Selat Hormuz segera kembali dibuka setelah Trump dan sejumlah pejabat AS menyampaikan pernyataan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri gangguan tersebut berpotensi tercapai. Namun, Trump pada akhir pekan mengatakan AS tidak keberatan membiarkan dampak ekonomi perang mendorong Iran kembali ke meja perundingan.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |