Selasa, 14 April 2026 - 13:30 WIB
VIVA –Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memperingatkan dampak bahaya dari tindakan provokatif AS di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Dia menegaskan bahwa langkah sembrono tersebut tidak hanya mengancam perdamaian dan keamanan kawasan saja tetapi juga berportensi mengguncang stabilitas global.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya agresi militer AS. Peringatan ini diungkap Araghchi saat melakukan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Sebagai respon, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan kembali posisi prinsip Moskow, dengan keras mengutuk agresi militer AS dan Zionis terhadap Iran, demikian seperti dikutip dari laman presstv.ir, Selasa 14 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lavrov menyerukan kepada Washington untuk menunjukkan keseriusan dalam memajukan proses diplomatik guna memulihkan perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut.
Kedua menteri luar negeri menekankan perlunya mempertahankan konsultasi bilateral dan multilateral serta memanfaatkan sepenuhnya kapasitas diplomatik guna mewujudkan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan.
Seperti diketahui, awal pekan ini Donald Trump mengancam untuk memberlakukan bloade laut terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) pun menyatakan akan menegakkan blokade di Laut Oman dan Laut Arab di sebelah timur Selat Hormuz mulai Senin 13 April pukul 17.30 waktu Tehran..
Pengumuman tersebut menyatakan bahwa langkah itu akan mencakup seluruh lalu lintas kapal tanpa memandang bendera mereka.
Menyusul dengan ancaman blokade tersebut, Iran secara tegas menolak setiap upaya tidak sah dari AS untuk campur tangan di perairan kedaulatannya.
Militer Iran memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap pelabuhan negara itu akan memicu respons regional yang lebih luas, dengan menyatakan bahwa tidak ada pelabuhan di Teluk Persia atau Laut Oman yang akan tetap aman jika pelabuhan Iran menjadi sasaran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa memastikan keamanan di dua perairan strategis tersebut merupakan tanggung jawab bersama, dengan menekankan bahwa keamanan tersebut harus berlaku untuk semua pihak atau tidak berlaku sama sekali.
Iran berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk pelayaran damai, sambil dengan tegas mempertahankan hak-hak sahnya terhadap setiap petualangan militer asing yang melanggar hukum.
Halaman Selanjutnya
Teheran menegaskan bahwa setiap upaya untuk mengganggu kebebasan navigasi atau memberlakukan blokade ilegal akan dihadapi dengan respons yang tegas dan menentukan dari Republik Islam.

1 week ago
9



























