VIVA –Di tengah gaya hidup yang makin cepat dan serba praktis, smartphone kini bukan lagi sekadar alat komunikasi melainkan remote control untuk hampir semua kebutuhan harian. Mulai dari pesan makanan, belanja kebutuhan rumah, hingga memesan kendaraan, semuanya bisa dilakukan hanya dalam hitungan detik.
Aktivitas yang dulu terasa merepotkan kini berubah jadi lebih simpel dan efisien, seolah semua kebutuhan sudah ada di ujung jari. Tak heran jika aplikasi transportasi kini tak lagi dipandang sebagai alat bantu sesekali, melainkan sudah menjadi bagian dari rutinitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Banyak orang bahkan merasa ada yang 'kurang' jika belum memastikan perjalanan mereka lewat aplikasi sebelum berangkat. Dalam keseharian yang padat, kemudahan ini bukan hanya soal praktis, tapi juga memberi rasa tenang karena semuanya lebih terencana.
Fenomena ini menunjukkan bahwa mobilitas telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup digital yang mengutamakan kenyamanan, kepastian, dan efisiensi. Lalu, bagaimana sebenarnya peran layanan transportasi digital dalam membentuk kebiasaan baru masyarakat modern?
Perubahan kebiasaan ini ternyata bukan sekadar asumsi, melainkan juga tercermin dari data di lapangan. PT Blue Bird Tbk (BIRD), misalnya, dalam siaran persnya pada 30 Maret 2026 mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp5,7 triliun atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan. Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun dan laba bersih sebesar Rp643,4 miliar, masing-masing tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan layanan, termasuk kanal digital seperti aplikasi MyBluebird yang mengalami peningkatan pengguna lebih dari 30 persen. Bahkan, sekitar 40 persen transaksi kini dilakukan melalui aplikasi, menunjukkan bahwa layanan transportasi berbasis digital semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perusahaan transportasi ini juga mengoptimalkan kapasitas layanan melalui penambahan sekitar 1.800 armada sepanjang 2025, sehingga total armada mencapai lebih dari 26.000 unit termasuk armada listrik. Ekspansi jaringan operasional turut dilakukan melalui peningkatan jumlah pool menjadi 58 lokasi serta perluasan pangkalan yang kini telah mencapai lebih dari
1.300 titik strategis di berbagai kota.
"Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda," kata Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono dalam keterangannya, Jumat 3 April 2026.
Halaman Selanjutnya
Strategi 2026

4 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



