Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua: Jangan Besarkan Anak dengan Harapan Balas Budi

2 weeks ago 6

Rabu, 8 April 2026 - 11:02 WIB

Jakarta, VIVA – Pesan tentang pola asuh anak kembali menjadi perhatian setelah ceramah dari Buya Yahya ramai dibagikan di media sosial. Dalam ceramah tersebut, ia mengingatkan para orang tua agar tidak mendidik anak dengan harapan mendapatkan balas budi di masa depan, terutama dalam bentuk perawatan saat usia lanjut.

Topik ini dianggap penting karena dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang tua yang tanpa sadar menaruh harapan berlebihan kepada anak-anak mereka. Harapan tersebut sering kali muncul setelah orang tua merasa telah banyak berkorban, seperti membiayai pendidikan, memberikan kebutuhan hidup, hingga mendukung masa depan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Buya Yahya, cinta orang tua kepada anak seharusnya didasari keikhlasan, bukan perhitungan atau keinginan untuk mendapatkan balasan tertentu di kemudian hari. Ia menegaskan bahwa pengorbanan yang dilakukan orang tua seharusnya menjadi bentuk kasih sayang yang tulus.

“Anda mencintai anak Anda lalu Anda berkorban untuk dia dengan memberikan uang menyekolahkan dan sebagainya tulus cinta Anda bukan mengharap di masa tua Anda untuk dirawat oleh dia. Maka orang tua kadang-kadang ini di saat berbuat baik kepada anaknya hanya karena ingin dirawat di masa tuanya,” ujar Buya Yahya dalam ceramahnya yang dikutip pada Rabu, 8 April 2026. 

Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menyoroti dampak negatif jika orang tua terlalu berharap kepada satu anak tertentu. Ia menjelaskan bahwa harapan tersebut sering membuat orang tua bersikap tidak adil terhadap anak-anak lainnya.

Hal ini kerap terjadi ketika orang tua merasa ada satu anak yang dianggap paling bisa diandalkan di masa depan. Akibatnya, perhatian dan kasih sayang lebih banyak diberikan kepada anak tersebut, sementara anak lain justru terabaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Makanya orang tua ini aneh kalau sudah dirasa sebagai anak Mama dia nggak adil pasti paling sayang dengan dia karena apa harapannya akan bergantung kepada dia sehingga dengan yang lainnya menjadi nggak bener. Coba misalnya anak laki bontot satu-satunya disayang yang lain diabaikan,” lanjutnya.

Buya Yahya menegaskan bahwa jika orang tua mencintai anak secara tulus, tanpa pamrih, maka sikap tidak adil tidak akan muncul. Cinta yang murni akan membuat orang tua memperlakukan semua anak dengan seimbang.

Halaman Selanjutnya

Ia juga menjelaskan bahwa rasa bergantung kepada satu anak sering kali muncul dari harapan tersembunyi untuk mendapatkan perlindungan di masa tua. Hal tersebut dapat memengaruhi cara orang tua bersikap kepada anak-anak mereka.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |