Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Sulfur di Tengah Dinamika Geopolitik Timur Tengah

3 weeks ago 17

Rabu, 1 April 2026 - 14:31 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, memperkuat strategi pengamanan pasokan sulfur sebagai komoditas strategis bagi industri pupuk dan kimia nasional, di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, saat menjadi pembicara di konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 yang digelar di Bali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menekankan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, serta mendukung kemandirian industri dalam negeri.

"Sekitar 33 persen perdagangan sulfur dunia atau 20 juta ton per tahun berasal dari kawasan Teluk Persia, dan Indonesia masih mengimpor lebih dari 75 persen kebutuhan sulfur dari kawasan Timur Tengah," kata Daconi dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2026.

Stok pupuk Petrokimia Gresik.

Photo :

  • Dokumentasi Petrokimia Gresik.

Dia mengatakan, konflik geopolitik dan gangguan jalur logistik global, dapat mempengaruhi harga dan pasokan sulfur dunia.

Di sisi lain, kebutuhan asam sulfat nasional terus meningkat, dan saat ini mencapai sekitar 19 juta ton per tahun dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pupuk dan industri hilirisasi mineral, khususnya nikel.

Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat permintaan sulfur dunia, sehingga sulfur menjadi komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan industri nasional.

Daconi menjelaskan, Petrokimia Gresik bukan hanya bagian dari rantai pasok sulfur, tetapi juga bagian dari solusi bagi industri nasional. Perusahaan ini memiliki pabrik asam sulfat dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun, yang terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia lainnya.

"Kami memiliki fasilitas pengolahan sulfur menjadi asam sulfat yang terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia. Melalui fasilitas ini, Petrokimia Gresik juga berkontribusi pada penguatan pasokan bahan baku industri dalam negeri," ujar Daconi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Daconi menyampaikan bahwa dinamika geopolitik global yang mempengaruhi pasokan dan harga sulfur dunia, menuntut perusahaan untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan bahan baku melalui penguatan supply chain dan optimalisasi kapasitas produksi domestik.

Untuk itu, Petrokimia Gresik melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain diversifikasi sumber pasokan sulfur, penguatan kontrak jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi bahan baku. 

Halaman Selanjutnya

“Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan industri pupuk dan kimia nasional, mengingat sulfur dan asam sulfat merupakan bahan baku utama dalam produksi pupuk fosfat dan NPK, serta digunakan dalam berbagai industri seperti pengolahan logam, pengolahan air, dan industri kimia lainnya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |