Jumat, 10 April 2026 - 09:40 WIB
Jakarta, VIVA –Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam menelepon Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Lebanon, Kamis, 9 April 2026.
Dalam sambungan telepon tersebut, Lebanon meminta bantuan Pakistan untuk mendukung upaya memastikan penghentian serangan Israel terhadap Beirut dan warga sipilnya segera.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya," demikian bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri Lebanon, dikutip Jumat, 10 April 2026.
Pakistan merupakan aktor kunci dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Berkat mediasi Pakistan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Rabu (8/4) bahwa Selat Hormuz—yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global—akan dibuka kembali, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Pada hari yang sama, pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota besar Tyre.
Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena keterlibatan gerakan Hizbullah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington. (Ant)
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat ke Iran Jika Tak Penuhi Kesepakatan
Presiden Donald Trump memperingatkan akan adanya serangan yang lebih besar, lebih hebat, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya ke Iran
VIVA.co.id
10 April 2026

2 weeks ago
11



























