Polisi Tangkap Penyiram Air Keras ke Pria Usai Salat Subuh di Tambun

3 weeks ago 10

Kamis, 2 April 2026 - 16:44 WIB

Kabupaten Bekasi, VIVA - Pelaku penyiraman air keras terhadap seorang pria berinisial TW (54) di Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sudah ditangkap.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bekasi Kabupaten, Komisaris Besar Polisi Sumarni. "Iya (sudah ditangkap)," katanya, Kamis, 2 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski membenarkan, Sumarni belum bicara lebih jauh soal penangkapan pelaku. Semisal siapa identitas pelaku hingga kapan dan dimana yang bersangkutan ditangkap. Kata dia, pihaknya bakal membeberkannya pada eksposes kasus besok.

"Besok konferensi pers," kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, aksi brutal penyiraman air keras kembali terjadi dan terekam kamera pengawas. Kali ini, peristiwa mengerikan itu menimpa seorang warga di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, hingga videonya viral di media sosial.

Salah satunya diposting akun Instagram @infobekasi. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua pria berboncengan sepeda motor melintas di lokasi. Tanpa diduga, salah satu pelaku menyiramkan cairan ke arah korban yang saat itu tengah berjalan kaki seorang diri.

Seketika, korban yang mengenakan baju cokelat tampak panik dan kesakitan. Ia terlihat berusaha mengusap bagian tubuhnya yang terkena cairan, bahkan sampai melepaskan pakaian yang dikenakannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pulang salat subuh, warga Tambun kelojotan disiram air keras. Alami luka bakar," demikian dikutip dari akun tersebut, Selasa, 31 Maret 2026.

Usut punya usut, peristiwa itu terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 04.51 WIB di Perumahan Bumisani Permai, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban berinisial TW mengalami luka bakar setelah disiram air keras usai melaksanakan salat subuh.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Sahroni Geram Kasus Penyiraman Aktivis Terjadi Lagi: Teror Terstruktur, Semua Bisa Kena!

Muhammad Rosidi, aktivis lingkungan dari Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada 17 Februari lalu.

img_title

VIVA.co.id

2 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |