Polri Dinilai Berhasil Redam Eskalasi Demo 27 Agustus, Akademisi Dorong Evaluasi

4 hours ago 1

loading...

Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan Gian Kasogi (kanan) dalam diskusi bertajuk ‘Menjaga Demokrasi, Mencegah Kerusuhan: Respons Publik terhadap Penanganan Aksi 27 Agustus 2026’. Foto: Istimewa

JAKARTA - Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dinilai mampu mengendalikan situasi, sehingga kericuhan yang terjadi pascaaksi demonstrasi di depan Gedung DPR, pada Kamis (27/8/2026) tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas. Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan Gian Kasogi menilai keberhasilan pengamanan aksi tidak semata-mata dapat diukur dari ada atau tidaknya insiden.

Dia menambahkan, sejumlah laporan menyebut terjadi perusakan fasilitas umum, pembakaran pagar Gedung DPR/MPR, serta kericuhan di beberapa lokasi setelah rangkaian aksi berlangsung. Polisi kemudian mengamankan 322 orang untuk menjalani pemeriksaan, terdiri dari 162 orang dewasa dan 160 anak atau remaja.

"Kurang tepat kalau kita mengatakan tidak terjadi kerusuhan sama sekali. Kerusuhan memang terjadi. Tetapi yang perlu dilihat adalah apakah kerusuhan itu kemudian berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas dan tidak terkendali," kata Gian dalam diskusi bertajuk ‘Menjaga Demokrasi, Mencegah Kerusuhan: Respons Publik terhadap Penanganan Aksi 27 Agustus 2026’ yang digelar Indonesia Sadar Politik (ISP) di Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan 45 Tersangka Kerusuhan Demo 27 Agustus

Menurut dia, kemampuan aparat mengendalikan eskalasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai penanganan demonstrasi berskala besar. "Ukurannya bukan apakah dalam sebuah demonstrasi sama sekali tidak ada gesekan. Yang lebih penting adalah bagaimana negara mengendalikan eskalasi ketika situasi mulai berubah dan memastikan gangguan keamanan tidak berkembang menjadi kekacauan yang lebih besar," tuturnya.

Gian berpendapat, Polri menghadapi tantangan untuk menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni memberikan ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi dan menjaga keselamatan masyarakat serta ketertiban umum. Gian juga menyoroti persiapan pengamanan sebelum aksi berlangsung.

TNI sebelumnya menyatakan siap memberikan perkuatan apabila dibutuhkan Polri, dengan tetap menegaskan bahwa pengamanan demonstrasi merupakan tugas utama Polri. Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan dukungan TNI diberikan atas permintaan Polri.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan personel di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi konsentrasi massa. Menurut Gian, koordinasi lintas institusi menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi demonstrasi dalam skala besar.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |